Pariwisata: 12 Remaja Berandal Ganggu Tiga Turis Wanita di Lovina

Foto Istimewa: Yuni (pakai helm) menawarkan turis yang diganggu para remaja untuk diantar ke vila

Foto Istimewa: Yuni (pakai helm) menawarkan turis yang diganggu para remaja untuk diantar ke vila

BALIEDITOR.COM – Sungguh memalukan ulah 12 remaja berandal di kawasan pariwisata Lovina, Buleleng, Bali. Ulah “anak-anak liar” tak beretika itu kembali merusak citra pariwisata Lovina dan Bali pada umumnya.

Kedua belas remaja berandal itu mengganggu tiga wanita turis asing yang berjalan kaki di pinggir Jalan Raya Singaraja-Seririt, Desa Anturan, Lovina, Buleleng, Bali, Minggu (22/1/2017) sekitar pukul 01.00 Wita.

Sekelompok remaja yang mengendarai motor terus saja menggoda wisman wanita itu sampai mereka risih dan marah.

Seorang saksi mata bernama Gede Sumberta, ywarga Desa Anturan, menceritakan, dini hari itu tiga wisman berjalan kaki di trotoar dari arah barat atau Sentral Lovina, Desa Kalibukbuk menuju timur. Para turis wanita itu hendak kembali ke vila tempat mereka menginap di Desa Tukadmungga, Lovina.

Sampai di Desa Anturan, sekelompok remaja sekitar 12 orang mengendarai enam sepeda motor melintas, dari jalan raya arah timur atau Singaraja menuju barat. Saat mengetahui tiga wisman itu berjalan kaki, para remaja langsung putar balik motornya dan menghampiri mereka.

“Remaja ini terus saja menggoda bule ini, ditarik-tarik diajak naik sepeda motornya, tapi bule ini tidak mau, sampai didorong remaja ini, marah bulenya sampai mengumpat,” cerita Sumberta.

Kaburkah para remaja itu? Ternyata tidak, semakin ketiga turis wanita itu marah dan menolak untuk dibonceng sepeda motor, para remaja itu malah kian berani dan terus saja mengikuti dan menggodanya. Bahkan mereka memainkan sepeda motornya untuk menghalang-halangi tiga wisman itu. “Diikuti terus sampai jarak sekitar 300 meter. Sepeda motornya dibuat standing,” ucapnya.

Saat digoda, para turis wanita itu sempat meminta tolong pada dua wanita, warga setempat yang kebetulan sedang berada di depan rumahnya sembari menikmati malam, Keduanya adalah Yuni dan Widya.

Dua wanita ini marah dan berusaha menghalau sekelompok remaja, tetapi para remaja ini tidak menghiraukannya. Yuni dan Widya lalu menawarkan diri untuk mengantar tiga turis itu ke vila mereka. Tetapi tawaran itu ditolak. Ketiga turis lebih memilih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

“Terimakasih anda sudah baik dengan saya, tapi saya mau jalan ke bungalow,” kata Yuni menirukan ucapan wisman. “Ini dah yang akan membuat citra pariwisata Lovina jelek, kok bule sedang jalan menikmati liburan diganggu,” keluh Yuni.

Kata Sumerta, ulah remaja berandal ini berakhir, setelah sebuah mobil patroli polisi melintas dari barat ke timur. Sumberta menuturkan, para remaja ini langsung berhamburan ketika mengetahui mobil patroli polisi datang.

“Saya lalu minta pak polisinya bantu mengantarkan bule ini sampai vila, tapi bulenya menolak naik mobil polisi dan memilih jalan kaki. Mobil patroli lalu mengikuti bule ini dari belakang sampai vilanya,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *