PARIWISATA: BUKIT TRUNYAN, PUNCAK TERINDAH DI BALI YANG TERLUPAKAN

Foto Balieditor.com: Wartawan media ini berpose bersama rombongan di depan pintu masuk objek wisata Puncak Bukit Trunyan

TRUNYAN-BALIEDITOR.COM – Selama ini dunia menggenal Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, karena memiliki kuburan unik. Yakni jenazah tidak dikubur melainkan dibaringkan saja di bawah sebuah pohon besar. Sehingga kerangkanya menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Ternyata Trunyan juga memiliki potensi lain di bidang pariwisata yang tidak kalah menarik. Bahkan potensi ini diklaim menjadi satu-satu poin bukit yang bisa menikmati keindahaan empat gunung sekaligus.

Seperti apa mozaik baru yang menjadi primadona bagi Trunyan dan Bali? Mozaik baru yang semakin menambah daya tarik Trunyan di mata para wisatawan adalah Puncak Bukti Trunyan.

Puncak Bukit Trunyan memiliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai puncak indah tersebut memerlukan waktu hanya 45 menit dengan berjalan kaki dari Desa Trunyan.

Puncak Bukit Trunyan merupakan sebuah mozaik terindah yang bakal diburu para wisatawa dari seluruh dunia. Karena di atas Puncak Bukit Trunyan, wisatawan atau pengunjung bisa melihat empat gunung sekaligus yakni Gunung Batur, Gunung Abang, Gunung Agung (ketiga gunung ini ada di Bali) serta Gunung Rinjani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga:  Pariwisata: Karcis Masuk 8 DTW Naik Drastis, Kadispar “Cuci Tangan”?

Bukan hanya itu, di Puncak Bukit Trunyan, mata pengunjung juga bakal dimanjakan dengan panorama indah yang disuguhkan Danau Batur dan laut di perairan Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Wartawan Balieditor.com Minggu (28/6/2020) bersama rombongan Toya Devasya Spring Water Park, Toyabungkah, yang dipimpin langsung bigbosnya DR I Ketut Mardjana, melakukan tracking ke puncak bukit tersebut. Saat itulah, mozaik keindahan dunia itu terungkap oleh Balieditor.com.

Di sanalah terungkap bahwa mozaik terindah Puncak Bukit Trunyan baru dikembangkan tahun lalu oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Mahardika. POKDARWIS Mahardika ini dibentuk oleh kaum muda Desa Trunyan dengan anggota sekitar 200 orang. Kemudian bigboss Toya Devasya Spring Water Park, DR I Ketut Mardjana, yang juga Ketua BPC PHRI Kabupaten Bangli dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bangli, langsung sebagai Pembina POKDARWIS Mahardika yang mengelola objek wisata baru Puncak Bukit Trunyan.

“Saya sebagai Ketua BPC PHRI Kabupaten Bangli memiliki tanggung jawab terhadap lokasi ini. Apalagi anak-anak muda Trunyan begitu bersemangat membangun desanya, ya saya dukung dan bina mereka agar bisa mengelola kawasan Puncak Bukit Trunyan dengan baik,” ucap DR Mardjana, Minggu (28/6/2020) di Puncak Bukit Trunyan.

Mantan pimpinan Kantor Pos Pusat Jakarta itu mengakui bahwa hingga saat ini ada sejumlah kendala yang masih menjadi penghambat pengembangan kawasan Puncak Bukit Trunyan. Yaitu akses jalan yang belum memadai terutama jalan langsung dari wilayah Kabupaten Bangli ke Puncak Bukit Trunyan.

Baca Juga:  Subak Desa Penatahan Cocok Jadi Destinasi Ekowisata Unggulan Berbasis Ekosistem Lingkungan

Diceritakan DR Mardjana, akses jalan yang selama ini dipakai wisatawan adalah dari wilayah Karangasem dan Klungkung. “Infrastruktur jalan yang belum memadai. Karena jalan ke Bukit Trunyan malah dari wilayah Karangsem dan Klungkung, kalau dari Bangli langsung malah tidak ada. Harapan kami Pemkab Bangli bisa memperhatikan akses jalan ke Bukit Trunyan,” paparnya.

Sementara itu Sekretaris POKDARWIS Mahardika, Sudana Yasa, menceritakan awal mula mereka mengelola Kawasan itu menjadi objek wisata yang kini mulai diburu pengunjung lokal maupun mancanegara.

“Awalnya, kami melihat orang sering ke sini kemah. Akhirnya kami berpikir bahwa tempat ini potensial bagaimana kalau dikelola sehingga menjadi objek wisata resmi. Maka kami sama teman-teman mulai mengelolanya,” cerita Sudana Yasa.

Maka sejak tahun 2019 lalu mereka membentuk POKDARWIS Mahardika dengan Pembina DR I Ketut Mardjana. “Pak Ketut kini membantu kami mengembangkan kawasan ini. Untuk saat ini beliau membantu lima buah tenda dan membantu dua unit toilet dengan masih-maisng berisikan dua kamar mandi,” papar Sudana Yasa dibenar Kuliah, Wakil Ketua POKDARWIS Mahardika. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *