PARIWISATA: MANTAN KETUA DEWAN DESAK BUPATI BANGLI CABUT IMBAUANNYA

KINTAMANI-BALIEDITOR.COM -Ternyata teriakan dan kritik masyarakat dan para pelaku pariwisata di Bangli secara tertubi-tubi ke arah Bupati Bangli, I Made Gianyar, juga disambut tokoh masyarakat Bangli.

Adalah mantan Ketua DPRD Bangli, Ngakan Made Kutha Parwata, yang turut menyoroti imbauan Bupati I Made Gianyar terkait larangan berkunjung ke Kawasan Pariwisata Batur bagi yang tidak membawa surat rapid test.

“Kami selaku masyarakat mempunyai sikap apapun kepentingn pandemik yang sudah cukup lama kita derita ini, jadi pada konteks setelah lama vakum kegiatan masyarakat, saat ini harus sudah memulai apalagi new normal kan sudah digemakan,” tandas kandidat wakil bupati Bangli yang diiming-iming maju lewat Partai Golkar itu.

Kata dia, dalam situasi pemulihan kembali ekonomi masyarakat melalui new normal, Bupati Bangli diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan pemerintah atasannya. “Jadi bagaimana kehidupan baru ini bisa langsung baik dan mengembalikan kehidupan normal, kalau aktivitas ekonomi masyarakat kita batasi seperti ini. Ini harus hati-hati menyikapi,” papar Parwata.

Baca Juga:  DPR RI: Bunda Tutik Fasilitasi CSR BRI, Munduk Jadi Desa Wisata

Oleh karena itu, Parwata mengaku dirinya sependapat dengan masyarakat bahwa sektor ekonomi akibat pandemik COVID-19 ini sudah lumpuh sehingga diperlukan kebijakan Bupati yang bisa berpihak kepada aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jadi saya sependapat dengan masyarakat yang lebih banyak, lebih luas bahwa sektor ekonomi saat ini akibat pandemik hampir lumpuh terutama adalah masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata. Karena di Bali ini pendapatan yang sangat besar, dari pariwisata. Walaupun di Bangli ini PAD kita minim kecil tetapi tetap bertumpu pada pendatan pariwisata,” tegas Parwata mengingatkan.

Parwata pun mendesak Bupati Bangli, I Made Gianyar, untuk segera mengevaluasi kembali imbauan itu dan memberi kesempatan kepada masyarakat seperti pengusaha parwisata untuk melakukan persiapan menyongsong new normal yang rencananya diberlakukan 9 Juli 2020 mendatang.

Baca Juga:  Pariwisata: Salah Alamat, Kapal MV Star Clipper Ditolak LSM Gema Nusantara

“Kami selaku masyarakat menghimbau bapak bupati agar segera mengevaluasi lagi, apalagi tinggal beberapa hari normal pariwisata akan dibuka kembali. Jadi, harapan kami dilakukan kajian ulang terkait dengn imbauan ini. Karena apapun yang disampaikan diusulkan masyarakat terutama kawan-kawan pengusaha di bidang pariwisata di Kabupaten Bangli bukan atas nama dirinya sendiri, tetapi mereka juga memiliki tanggungjawab terhadap karyawan dan para karyawan ini juga merembet pada keluarganya sehingga bukan jumlah kecil bagi masyarakat kita di Bangli ini yang mungkin akan tedampak juga karena himbauan yang berlaku,” desaknya.

Ia meminta Bupati dan jajarannya lebih baik terus mensosialisasikan protocol Kesehatan COVID-19 kepada masyarakat sehingga tetap diterapkan dalam setiap aktivitas mereka di luar rumah. “Dan saya juga meminta teman-teman pemilik hotel dan restoran untuk memperhatikan juga protocol Kesehatan baik kepada karyawan maupun tamu,” papar Parwata. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *