Parlementaria: Ada Hibah Misterius dari Badung untuk Pura Taman Gerokgak

Foto Humas Setwan Buleleng for Balieditor.com: Rapat bahas RAPBD 2019

BALIEDITOR.COM – Tampaknya manajemen pemerintahan di Buleleng kian megaburan. Sebagai contoh, ada hibah misterius alias siluman dari Pemkab Badung untuk Pura Taman Gerokgak.

Dikatakan hibah misterius karena DPRD Buleleng sendiri tidak tahu tentang adanya hibah langsung dari Pemkab Badung ke Pura Taman Gerokgak tersebut. Bahkan ini justru terungkap dalam rapat dewan di gedung terhormat di Jalan Veteran No2 Singaraja, Bali, Senin (15/10/2018).

Manajemen Pemkab Buleleng dikatakan megaburan lantaran proposal hibah untuk Pura Taman Gerokgak itu tidak jelas siapa pembuat proposal dan melalui jalur mana. Karena Pemkab Badung bukan Pemprov Bali yang seenaknya dikirimi atau dimintai hibah oleh sesama pemerintah kabupaten lainnya.

Keanehan dan kisah lelucon hibah itu dibeber secara gamblang oleh Nyoman Sukarma selaku kordinator Tim Ahli DPRD Buleleng. Ini kian membuktikan sinyalimen di masyarakat bahwa ada “anak emas” pejabat di Gerokgak sehingga selalu diutamakan permintaannya hingga meminta dana hibah khusus ke kabupaten lain.

Kajian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Buleleng oleh Tim Ahli DPRD Buleleng, tak hanya membuat terbelalak pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buleleng soal hibah misterius alias hibah siluman dari Pemkab Badung untuk Pura Taman Gerokgak, tetapi penurunan PAGU Anggaran pada hampir semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kecuali Dinas Kesehatan dan Perdagangan.

Lebih mengagetkan lagi, saat rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara, Senin (15/10/2018) juga terungkap adanya Hibah PHR Badung/Denpasar yang langsung mengarah pada Pura Taman di Kecamatan Gerokgak.

”Pada RAPBD Buleleng Tahun 2019, terdapat penurunan PAGU hampir pada seluruh OPD, kecuali Dinas Kesehatan naik sebesar Rp 31 M untuk pemenuhan UHC JKN, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebesar Rp 48,500 Milyar lebih untuk Revitalisasi Pasar Banyuasri,” ungkap Sukarma yang mantan Sekkab masa pemerintahan Bupati Ketut Wirata Sindhu dan Putu Bagiada itu.

Tim Ahli DPRD Buleleng juga mengusulkan kenaikan PAGU Anggaran Bidang Pertanian, mengingat Pertanian merupakan program prioritas.

Menyikapi kajian Tim Ahli, Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara menyatakan kaget dan meminta anggota DPRD Buleleng menyikapi hal tersebut secara komperhensif.

”Penurunan PAGU Anggaran hampir di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini patut disikapi dan dipertanyakan kepada pimpinan OPD terkait,” tandas Susila Umbara dari Fraksi Golkar itu.

Dia juga memerintahkan staf DPRD Buleleng untuk melayangkan surat dimaksud pada seluruh OPD dilingkungan Pemkab Buleleng. ”Kita juga pertanyakan, peningkatan PAGU Anggaran pada Dinkes dapat memenuhi UHC atau tidak, termasuk Hibah PHR dari Badung/Denpasar kepada salah satu pura di Gerokgak,” tandas Susila Umbara.

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna. Sekretaris DPC PDIP ini juga mengaku kaget saat mengetahui adanya Hibah PHR Badung/Denpasar yang nota bena berupa DAK dan diarahkan seluas-luasnya untuk pembangunan sektor pariwisata.

”Ini kok bisa langsung ke Pura Taman, yang jauh lebih kecil dari Pura Bukit Sinunggal? Saya juga ingin tahu seperti apa proposal yang diajukan sehingga bisa seperti itu,” tukas Supriatna.

Selain Hibah PHR Misterius, Supriatna juga mengaku kaget dengan pengurangan PAGU Anggaran pada seluruh OPD. ”Ini perlu dipertanyakan sehingga menjadi lebih jelas, termasuk kenaikan PAGU pada dua OPD, Dinkes dan Perdagangan,” pungkas politisi PDIP asal Tejakula itu. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *