Parlementaria: Dewan Pertanyakan Ketidakhadiran Bupati di Sidang Paripurna

Foto Balieditor.com-frs: Sidang Paripurna DPRD Buleleng

Foto Balieditor.com-frs: Sidang Paripurna DPRD Buleleng

BALIEDITOR.COM – Sikap Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana yang sering tidak menghadiri sidang-sidang di DPRD Buleleng, membuat para wakil rakyat berang.

Sebab ketidakhadiran Bupati Agus secara berulang-ulang oleh dewan dianggap melecehkan lembaga DPRDBuleleng.

Ketua Pansus I Ranperda RPJMD, Putu Tirtha Adnyana, yang membackan laporan Pansus I di atas podium di hadapan sidang paripurna DPRD Buleleng langsung mempertanyakan ketidakhadiran Bupati Agus.

Usai sidang kepada wartawan, Tirtha menyatakan sangat kecewa dengan tindakan Bupati Agus yang mengabaikan sidang paripurna dewan. Bahkan ia menuding bahwa ulah Bupati Agus tidak menghadiri sidang paripurna DPRD Buleleng merupakan tindakan pelecehan terhadap lembaga DPRD Buleleng yang merupakan perwakilan masyarakat Buleleng itu. “Dia (Bupati Agus, red) melecehkan DPRD Buleleng,” tegas Tirtha.

Ia mengaku hampir tidak mau membacakan laporan Pansus I tentang Ranperda RPJMD itu. “Saya tadi hampir tidak membaca laporan Pansus, untuk apa toh Bupati yang mempunyai kepentingan tidak mau hadir kok. Tapi saya berpikir kalau saya tidak baca kan harus ditunda lagi, maka biayanya mahal,” ungkap politisi senior Golkar itu. “Makanya tadi saya baca juga ngawur,” tambahnya lagi.

Pernyataan kecewa juga datang dari pimpinan dewan. Dua orang wakil ketua dewan yakni Made Adi Purnawijaya dari Demokrat dan Ketut Wirsana. “Bupati melecehkan DPRD Buleleng yang merupakan lembaga representasi masyarakat Buleleng,” tandas Adi Purnawijaya.

Wirsana menambahkan, sebagai kepala daerah maka dalam setiap sidang paripurna dewan Bupati wajid hadir. “Apalagi ini menyangkut RPJMD. Dia harus hadir,” tandas Wirsana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *