Parlementaria: Komisi I “Usut” Realisasi Anggaran Pembangunan Fisik Mitra Kerja

Foto Humas DPRD Buleleng for Balieditor.com: Ketua Komisi I Mangku Mertayasa berpose dengan mitra kerjanya

BALIEDITOR.COM – Komisi I DPRD Buleleng, Bali, setelah jalan-jalan ke luar Bali, kini kembali ke gedung DPRD Buleleng di Jalan Veteran No 2 Singaraja. Kemudian menggelar hearing dengan eksekutif.

Hearing yang dipimpin langsung Ketua Komisi I, Putu Mangku Mertayasa, SH, MH, yang juga menjabat Bendahara DPD PDIP Bali itu sebagai langkah meningkatakan efektivitas dalam pembahasan rancangan APBD tahun anggaran 2019. Sejumlah dinas atau lembaga pemerintah yang menjadi mitra kerja Komisi I diundang pada hearing tersebut.

Eksekutif yang diundang adalah Sekretariat Daerah dengan bagian-bagiannya yaitu Bagian Umum, Bagian Hukum, Bagian Humas dan Protokol, Bagian Kesra, Bagian Ekbang, Bagian Perlengkapan dan Perawatan, Bagian Pemerintahan, Bagian Organisasi, Bagian Unit Layanan Pengadaan.

Kemudian sejumlah dinas juga disertakan dalam hearing tersebut meliputi Dinas PMD, dan Dinas Kominfosandi Kabupaten Buleleng.

Tujuan utama sebenarnya Komisi I DPRD Buleleng “mengusut” progres realisasi anggaran pembangunan fisik maupun keuangan di lembaga-lembaga tersebut sampai dengan bulan Oktober tahun 2018.

Komisi I pimpinan Mangku Mertayasa juga memplototi Rencana Kerja Anggaran (RKA) masing-masing OPD di tahun 2019 dengan porsi anggaran yang tersedia, serta mengetahui data pegawai, baik PNS,Honor maupun tenaga kontrak.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk menciptakan suasana baru di samping juga ingin mengetahui dari dekat kondisi riil masing-masing OPD sesuai dengan tugas pokok serta fungsi lembaga dewan,” ujar Mangku Mertayasa yang digadang-gadang menjadi Ketua DPRD Bali bila PDIP kembali menguasai kursi di DPRD Bali dan Mangku Mertayasa juga bisa terpilih pada pileg 2019 mendatang.

Ia menyatakan, “Tujuan utamanya yakni untuk memperoleh gambaran terkait dengan progres realisasi kegiatan dan program sampai dengan hari ini di masing-masing OPD serta mengetahui Renja yang akan dilaksanakan di tahun 2019 mendatang, sehingga diketahui perbandingan antara realisasi program dan kegiatan tahun 2018 dengan RKA yang akan disusun dalam APBD tahun 2019.”

Komisi I menyadari bahwa saat ini terjadi pemangkasan massal terhadap pagu OPD di Buleleng dengan dalih pembangunanshortcut dan revitalisasi Pasar Banyuasri, maka itu Komisi I berharap dengan pagu anggaran yang berkurang di tahun 2019 tidak akan berpengaruh kepada semangat profesionalisme dan komitmen dalam upaya peningkatan pelayanan baik pelayanan administrasi dan fisik. Situasi ini oleh Komisi I dianggap sebagai etalase Pemerintah Kabupaten Buleleng.

“Namun demikian dengan potensi pendapatan asli daerah yang masih bisa dikembangkan lagi dari semula hanya sekitar Rp 380 miliar lebih diharapkan nanti di tahun 2019 akan meningkat minimal menjadi 400 miliar bahkan lebih sehingga bisa direalisasikan guna menunjang kegiatan di masing-masing OPD,” papar Mangku Mertayasa. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *