Parlementaria: Komisi IV DPRD Buleleng Sweeping TKA di PLTU Celukan Bawang

Foto-Foto Humas DPRD Buleleng for Balieditor.com: Komisi IV dan Kadisnaker Buleleng sidak TKA di PLTU Celukan Bawang

BALIEDITOR.COM – M araknya tenaga kerja asing (TKA) yang invasi di Indonesia, membuat Presiden RI Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Asing.

Komisi IV DPRD Buleleng, Bali, pun melakukan pengawasan terhadap penerapan Perpres tersebut. Selasa (15/5/2018) Komisi IV yang di pimpin oleh Ir. Wisnaya Wisna beserta anggota dan didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan, SE bersama jajarannya dan Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dewa Nyoman Merta Sedana, menggelar sweeping ke PLTU Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

Baca Juga:  Gaji 20 THL Desember Telat Cair, Kadis Perkimta Minta Maaf

Diterima oleh General Affair Indriani Tanu Tanto dan Edy Purwanto selaku penerjemah dan Pengawasan tenaga Kerja diruang pertemuan kantor PLTU Celukan Bawang.

Menurut Ir. Wisnaya Wisna, sweeping itu terkait dengan pengawasan terhadap TKA pasca diterbitkannya Perpes No 20 tahun 2018. Maka, kata dia, Pemprov dan Pemkab Buleleng melalui dinas terkait dan DPRD melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang memakai TKA.

Sweeping itu, papa dia, bertujuan untuk mengetahui kondisi dan jumlah tenag akerja baik lokal maupun asing yang dipekerjakan di PLTU Celukan Bawang.

PLTU melalui Edy Purwanto menjelaskan bahwa saat ini TKA di CHD berjumlah 148 orang dan lokal 214 orang. TKA yang diperkerjakan semua sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku yaitu bekerja di bagian teknis dengan skill sesuai dengan pengoprasian PLTU Celukan Bawang.

Baca Juga:  Parlementaria: Pasukan Penjagal Eksekutif “Eksekusi Mati” Ranperda Perlindungan Mata Air

Bagaimamana dengan tenaga kerja local? Ia menjelaskan bahwa untuk tenaga lokal saat ini sudah ada yang masuk di bidang teknis dan sisanya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk PT GEB jumlah tenaga kerja keseluruhan sekitar 30 orang dengan tenaga asing 10 orang sisanya lokal.

PT GEB dengan CHD berbeda di manajemen, untuk CHD bergerak sebagai operasional seluruh pengoprasian PLTU sedangkan PT GEB selaku pemilik PLTU. “Sampai saat ini kami tidak pernah ada permasalah baik secara administrasi mapun tenaga kerja. Mudah-mudahn ini terus berlanjut karena saat ini kami sedang mempersiapkan pembangunan tahap kedua yang nantinya akan memerlukan tenaga kerja lokal lebih banyak lagi,” ujarnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *