Parlementaria: Perbekel Tembok Presentasikan Rencana Pembangunan Embung Mini di Tembok

Foto Humas DPRD Buleleng for Balieditor.com: Perbekel Tembok mempresentasikan rencana pembangunan embung mini di dewan

BALIEDITOR.COM – Ternyata Perbekel Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, Dewa Komang Yudi Astara, cukup brilian.

Mengetahui sebagian besar lahan pertanian di wilayah yang dipimpinnya itu tergolong lahan kering dan hanya mengandalkan air hujan untuk bertani, maka Perbekel Dewa Yudi pun melakukan terobosan untuk mengatasi kekurangan air tersebut.

Dewa Yudi berencana membangun embung mini (penampung air hujan) di Desa Tembok sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau. Untuk mewujudkan impiannya itu, Kamis (15/11/2018) siang Perbekel Dewa Yudi pun melakukan presentasi di hadapan anggota DPRD Buleleng di ruang Komisi I di lantai satu gedung utama DPRD Buleleng, di Jalan Veteran No 2 Singaraja.

Terobosan dan ide brilian pejabat muda di desa paling ujung di Bali Utara itu tampaknya ada korelasi dengan kebijakan Pemkab Buleleng tahun 2019 yakni upaya peningkatan pembangunan pada sektor pertanian.

Menariknya, Perbekel Dewa Yudi tidak datang sendirian ke geudng wakil rakyat itu. Ia mengajak Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, I Wayan Narta, S.Pt, MM, dan diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng, Putu Mangku Budiasa bersama sejumlah anggota DPRD Buleleng seperti I Gusti Made Artana dan Dewa Putu Tjakra.

Dalam presentasinya, Perbekel Desa Tembok Dewa Yudi mengatakan bahwa Pemerintahan Desa Tembok di bawah kendali dia, sangat menyambut baik program Pemkab Buleleng dalam upaya meningkatkan produktifitas pembangunan di bidang pertanian di tahun 2019 nanti.

“Namun hendaknya program tersebut haruslah disinkronisasi terlebih dahulu terkait dengan kebutuhan dan kendala yang ada di masing-masing desa sehingga program yang dirancang oleh SKPD terkait nantinya bisa berjalan dengan efektif dan tepat sasaran,” ujar Dewa Yudi di hadapan para wakil rakyat itu.

Ia memberi contoh permasalahan yang dihadapi di Dea Tembok seperti masalah irigasi. Ia memaparkan bahwa sebagian besar wilayah pertanian di Desa Tembok merupakan lahan kering dan hanya mengandalkan air hujan. Di poin itulah, Perbekel Dewa Yudi menawarkan konsepnya yakni pembanguan embung mini sebagai solusi terbaik mengatasi kekurangan air bagi petani di desa itu.

“Sehingga ke depan perlu diprogramkan untuk pengadaan tempat penampungan air hujan, serta penerapan pola irigasi tetes dengan harapan petani dapat berproduksi secara intens walaupun pada musim-musim kemarau,” paparnya.

Dipaparkannya, embung mini yang hendak dibangun di Tembol itu berukuran panjang 15 meter dengan lebar 10 meter dan tinggi 1,5 meter (225 meter persegi). Tampaknya biaya juga tidak terlalu mahal. “Rencana anggarannya sekitar Rp 20 juta,” sebut Dewa Yudi.

Sementara Sekdis Pertanian Wayan Narta mengatakan, terkait dengan upaya program irigasi dengan system tetes, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melaksanakan workshop yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat. “Masalah ini akan disampaikan dalam forum tersebut,” jelasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *