Parlementaria: Sudah Dapat Uang Tansportasi Rp 11 Juta, Masih “Kuasai” Mobdin Kabag

Foto Dok Balieditor.com: Ngurah Arya

Foto Dok Balieditor.com: Ngurah Arya

BALIEDITOR.COM – Sungguh ironis perilaku anggota DPRD Buleleng, Bali, saat ini.

Betapa tidak? Sudah mendapat uang transportasi sebesar Rp 11 juta setiap bulan namun nafsu menguasai aset pemerintah masih sangat tinggi.

Ironisnya sejumlah anggota dewan terhormat yang rata-rata secara ekonomi sudah mapan malah masih “menguasai” mobil dinas (moddin) kepala bagian (kabag) di Sekretariat DPRD. Padahal mobil dinas jenis APV itu bukan mobil operasional dewan atau alat kelengkapan dewan.

Sejumlah kabag di Setwan Buleleng merasa tidak nyaman lagi dengan perilaku tidak terpuji sejumlah oknum anggota dewan Buleleng itu. Ada kabag yang sudah mengeluhkan perilaku oknum anggota dewan itu.

“Saya heran, anggota dewan ini sudah dapat uang transportasi belasan juta namun masih saja pakai mobil dinas kabag,” keluh seorang kabag di DPRD Buleleng yang enggan ditulis identitasnya.

“Coba uang transportasi itu saja dipakai sewa mobil pun ngga habis ko. Masih saja ambil mobil kantor,” sambungnya dengan nada sindir.

Ironis, beber kabag itu, oknum anggota dewan itu tidak tahu etika meminjam mobdin, malah menggunakan cara-cara paksaan dengan menggunakan jabatannya itu. “Caranya juga jelek kali, suka paksa,” bebernya lagi.

Kasus terbaru Kabag Umum Setwan Buleleng. Sang kabag dibuat malu karena sepekan sebelum mobil dinasnya jenis APV sudah diminta umat Kristen untuk ziarah ke Goa Maria di Malang, Jawa Timur, tanggal 15-18 Maret 2018, namun salah satu anggota DPRD Buleleng, mengambil mobdin itu dengan bahasa paksa sehingga umat Kristen yang sudah memesan sebelumnya harus gigit jari.

“Om mohon maaf sebelumnya kali ini kami tidak bisa bantu ngasih pinjam kendaraan APVnya karena sudah dipinjam anggota dewan. Sekali mohon maaf dum suksma,” ujar Kabag Umum Setwan Wayan Witana via sms kepada pemimpin umat Kristen tersebut, Rabu (14/3/2018) malam pukul 19:06:52 wita.

Balieditor.com pun mencoba melacak anggota dewan itu.Ternyata dia adalah wakil ketua Komisi IV dari FPDIP Ngurah Arya alias Arya Bodo.

Saat dikonfirmasi Rabu (14/3/2018), Arya Bodo dengan gaya arogan menyatakan, “Saya yang pakai, kenapa?”

Saat ditanya bahwa Nyepi ko anda pinjam mobil? Arya Bodo masih dengan gaya arogan menyatakan mobil itu mau dipakai Minggu (18/3/2018). “Mau dipakai tanggal 18,” tandasnya sambil pergi. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *