Pasar Banyuasri akan Dijadikan Pasar Buah Semi Modern

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: rapat koordinasi

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: rapat koordinasi

BALIEDITOR.COM – Rencana revitalisasi Pasar Banyuasri, Singaraja, Bali, yang selama ini dinanti masyarakat, akhirnya mendapat kejelasan dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Sebelumnya, rencana revitalisasi ini mengalami gagal tender. Ini diakibatkan karena rekanan tidak berani mengerjakan dengan alasan keterbatasan waktu yang singkat sehingga rekanan berpikir tentang resikonya jika tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang tepat.

Dalam rapat koordinasi bersama Desa Pakraman Banyuasri yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bupati Buleleng, Selasa (9/1/2018) siang, Bupati Agus mengatakan akan menganggarkan dana sebesar Rp 30 milyar pada tahun 2019.

Pasar Banyuasri merupakan salah satu pasar tertua dan terbesar kedua di Singaraja setelah Pasar Anyar. Bangunan di Pasar Banyuasri juga kebanyakan sudah terlihat lapuk. Rencananya, Pemkab Buleleng akan menjadikan Pasar Banyuasri sebagai Pasar Buah terbesar dengan bangunan 3 lantai berkonsep semi modern.

Sementara itu sebagai rancangan pembangunan mega proyek, revitalisasi pasar Banyuasri juga akan dilakukan bertahap. Revitalisasi pasar banyuasri direncang Pemkab Buleleng sebagai upaya untuk mempertahankan pedagang kecil dan tradisional di tengah pesatnya perkembangan pasar dan toko-toko modern.

Bupati mengatakan, revitalisasi pasar Banyuasri merupakan impiannya yang sudah lama. Ia meyakini tahun depan revitalisasi akan dilakukan. Ia mengungkapkan telah melakukan investigasi dan inventarisasi terhadap aset Pemkab dan status ruko-ruko yang ada disana.

Dalam hal ini, Bupati Agus menginginkan bantuan Desa Pakraman Banyuasri untuk melakukan sosialisasi dan penataan pedagang pasar tumpah Banyuasri.

“Kami akan bekerjasama dengan Desa Pakraman Banyuasri untuk penataan pedagang pasar tumpah di Banyuasri dan juga melakukan sosialisasi kepada pedagang pasar,” jelasnya.

Disinggung masalah pungutan dana punia terhadap para pedagang yang ada di Pasar Tumpah oleh Desa Pakraman Banyuasri, Bupati Agus tetap melarang Desa Pakraman untuk melakukan pungutan tersebut.

Namun Bupati Agus akan memberikan bantuan terhadap Desa Pakraman Banyuasri melalui PD Pasar dari pungutan retribusi pedagang sebesar seribu rupiah. Bantuan ini akan diberikan mulai bulan juni mendatang dengan teknis retribusi pedagang akan dinaikan menjadi enam ribu rupiah.

“Sesuai aturan mereka tidak boleh melakukan pungutan, namun karna mereka sangat banyak memiliki pura tapi tidak meliliki pelaba pura, maka kita akan berikan bantuan seribu rupiah per pedagang melalui retribusi yang dilakukan PD Pasar,” jelasnya.

Sementara itu, Kelian Desa Pakraman Banyuasri Nyoman Mangku Widiasa mengatakan, siap bekerjasama dengan Pemkab Buleleng terkait revitalisasi pasar Banyuasri.

Mangku Widiasa mengatakan akan selalu mengikuti intruksi dari Bupati Buleleng. Terkait masalah bantuan Pemkab Buleleng untuk upacara yadnya yang akan diberikan melalui PD Pasar, Mangku Widiasa mengucapkan banyak terimakasih atas kebijakan Bupati Buleleng Agus.

Menurutnya bantuan itu sangat bermanfaat bagi Desa Pakraman Banyuasri.

“Selama ini kita melakukan upacara yadnya menggunakan dan patungan dari kerama Desa Pakraman Banyuasri. Namun ini masih kurang karena pertahun kita memerlukan dana sekitar 350 juta. Jadi dengan adanya bantuan dari Pemkab Buleleng tentunya kami sangat terbantu,” ungkapnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *