PASS di Hati: PASS Balik Tuding Paket SURYA Cari Simpati dengan Lempar Isu

Foto  Dok Balieditor.com: Kandidat Bupati PDIP Putu Agus Suradnyana

Foto Dok Balieditor.com: Kandidat Bupati PDIP Putu Agus Suradnyana

BALIEDITOR.COM – Perang urat syaraf antara kubu kanddiat incumbent PASS (Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra) yang diusung PDIP dan NasDem, dan kubu SURYA (Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma Widjaya) dari jalur independen dengan didukung oleh Koalisi Buleleng Mandara (KBM) yakni Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS, kian seru.

Ibarat bermain pantun, kedua kubu saling melempar pantung dan saling menanggapi pantung.

Sebelumnya, Paket SURYA menuding PASS telah melakukan tekanan kepada masyarakat pendukung SURYA melalui tangan-tangan besi para aparatur pemerntahan desa dan kelurahan.

Tudingan itu pun ditanggapi pasangan incumbent PASS. PASS membantah isu gerakan intervensi pendukung Paket SURYA. Kandidat bupati dari pasangan PASS, Putu Agus Suradnyana menyatakan bahwa selama ini dirinya turun ke masyarakat hanya menyampaikan program kerja dan mengajak rakyat ikut menjaga situasi kondusif.

Dengan nada tegas, PASS menyatakan, “Jangan dibalik-balik dong, dibilang saya yang menekan. Lantas bagaimana kalau di masyarakat saya dengar katanya pengumpulan KTP itu dilakukan dengan iming-iming akan diberi bantuan dan uang? Kenapa tidak dilakukan secara transparan dan terbuka untuk pencalonan, kok sekarang saya dibilang menekan?”

Ia menyatakan, bila isu ini dibiarkan berkerkembang, takutnya masyarakat mempercaya isu yang dilemparkan Paket SURYA itu. “Takutnya nanti ketika verifikasi factual benar mereka (pendukung Paket Surya) tidak datang, pasti saya yang dituduh menghalangi. Padahal, pengumpulan KTP-nya tidak transparan, asal ambil saja,” papar PASS saat dihubungi wartawan.

PASS menuding, isu miring ini sengaja dilempar guna mencari simpati ma-syarakat, sehingga seolah-olah ditekan oleh pejabat yang berkuasa. Padahal, pola pengumpulan KTP dukungan Paket SURYA tidak transparan, di mana ada kemungkinan pemilik KTP tidak tahu menahu identitas mereka dipakai syarat dukungan.

“Janganlah melempar isu yang bukan-bukan, ini kan seolah-olah merasa dizolimi, agar mendapat simpati. Gaya politik seperti ini sudah lagu lama, marilah kita berpolitik yang santun dengan menyampaikan program-program dan keberhasilan,” sindir PASS.

Untuk itu, politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar itu meminta masyarakat agar tidak terpangaruh isu-isu yang bisa membuat situasi tidak kondusif. “Saya minta masyarakat tidak terpengaruh isu-isu itu,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *