PBB Naik Hingga 500 Persen, Gaji TeKon Masih di Bawah UMK

BALIEDITOR.COM – Publik Buleleng, Bali, menjerit. Ada dua hal yang membuat publik di belahan Bumi Bali Utara itu menjerit.

Pertama kenaikan pajak terutama pajak bumi dan bangunan (PBB) yang melambung tinggi membuat para wajib pajak (WP) geleng-geleng kepala.

Kenaikan PBB sampai pada angka fantastis 500 persen. Salah satu contoh WP bernama Made Jenar beralamat di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak.

Pada tahun 2018 Jenar hanya membayar pajak Rp 468.000. Namun tahun 2019 Jenar dibuat pusing tujuh keliling karena harus membayar pajak atas objek yang sama dengan nilai pajak Rp 2.082.500.

Di sisi lain, pegawai atau tenaga kontrak di Buleleng juga menjerit karena mereka tidak digaji sesuai UMK kendati pajak naik dengan angka fantastis.

“Pajak rakyat arau PBB naik sampai 500 persen tetapi gaji TeKon (Tenaga Kontrak) tetap saja kecil di bawah UMK. jangan naikan pajak rakyat tetapi menindas TeKon, ” ungkap salah satu TeKon yang enggan ditulis identitasnya.

Kritik pedas datang juga Made Ardiawan, warga Pakisan, Kacamatan Kubutambahan.
Ardiawan menilai kinerja Pemkab Buleleng makin buruk pasca politisi NasDem Bali Nyoman Tirtawan berteriak soal kenaikan pajak yang di luar nalar sehat dan kecilnya gaji TeKon.

“Pasca Tirtawan teriak PBB/ pajak rakyat naik sampai 500 persen tapi kinerja buruk dam seterusnya. Banyak lapisan masyarakat ikut resah dan viral,”kritik Ardiawan terpisah.

Sorotan juga dari Luh Made Marwati dari LSM Detik. Marwati juga menyayangkan. Kenaikan pajak yang berlebihan dan gaji TeKon yang amat kecil.

“Mestinya gaji TeKon naik kalau pajak naik. Ini malah terbalik, pajak naik gaji TeKon malah makin kecil, ” kritik Marwati. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *