Pejarakan Banjir, Pemprov Mongol, Banjir 1 Meter Genangi Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk

Foto-Foto Balieditor.com-cha: Banjir hantam Desa Pejarakan

Foto-Foto Balieditor.com-cha: Banjir hantam Desa Pejarakan

BALIEDITOR.COM – Hujan deras yang terus mengguyur Pulau Bali terutama di Bali Utara menyebabkan banjir di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Banjir kali ini cukup besar sehingga membuat jalan raya Singaraja – Gilimanuk tergenang air setinggi satu meter.

Akibatnya, selain mengakibatkan jalanan macet, sejumlah pagar penyengker rumah milik warga roboh. Bahkan pagar sebuah sekolah di kawasan itu juga roboh tergerus derasnya banjir.

Tragisnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) cuwekin persoalan ini bahkan terkesan memongol padahal sejak tahun 2016 silam kasus itu dilaporkan.

Kepala Desa Pejarakan I Made Astawa menyebut, banjir yang terjadi didaerah mereka hampir setiap tahun terjadi.Penyebab utama terjadinya banjir akibat tidak adanya alur air atau sodetan yang memadai. Banjir yang terjadi dikawasan itu merupakan banjir langganan dan selalu berulang.Dan itu menmurutnya,sudah berlangsung sejak Tahun 2016.Penyebabnya kata Astawa,akibat curah hujan tinggi sementara alur air penampung hujan sangat minim.”Banjir dikawasan ini selalu berulang tiap tahun akibat tidak ada alur air memadai,”ujar Astawa,Jumat (9/2/2018).

Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah melaporkan masalah banjir yang terjadi saban tahun diwilayahnya kepada pihak terkait namun tidak mendapat tanggapan yang semestinya.

”Kita sudah melaporkan masalah itu namun Pemkab Buleleng mengaku jalan yang tergenang banjir itu bukan kewenangan kabupaten,” ujarnya.

Astwa mengaku melaporkan kasus banjir di wilayahnya sudah sejak tahun 2016 baik ke Pemkab Buleleng maupun Pemprov Bali . ”Hasilnya sama,segera akan di tindak lanjuti namun tidak ada apa-apa,” ujarnya.

Agar masalah banjir itu segera teratasi, Astawa mengaku sudah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov Bali terutama Dinas Pekerjan Umum (DPU) namun tidak ada tindak lanjut. ”Pernah DPU Pemprov melakukan survey ditahun 2017 namun sebatas survey buktinya sampai tahun 2018 ini tidak ada tindak lanjuti untuk menuntaskan masalah banjir ini,” ujarnya kesal.

Sementara itu, akibat banjir yang terjadi sejak Kamis (8/2/2018) lalu,ruas jalan Singaraja-Gilimanuk di Desa Pejarakan masih tergenang air setinggi satu meter.Beberapa tembok penyengker milik warga roboh termasuk sebuah tembok penyengker milik sekolah madrasah.Tembok penyengker roboh diantaranaya milikMade Sanggra,Wayan Swandi dan Nyoman Cerita.

”Untuk penanganan awal saya berkoordinasi dengan Camat Gerokgak dan BPBD Kabupaten Buleleng,” tandasnya.(cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *