Peletakan Batu Pertama Bandara Internasional Buleleng 28 Agustus 2017?

Foto Balieditor.com-ngr: Para tokoh Buleleng Timur berpose dengan Presdir PT BIBU Made Mangku

Foto Balieditor.com-ngr: Para tokoh Buleleng Timur berpose dengan Presdir PT BIBU Made Mangku

BALIEDITOR.COM – Wacana pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB) bukan isapan jempol. Bahkan rencana peletakan batu pertama (Groundbreaking) BIB kian dekat.

Rencananya peletakan pertama BIB bakal dilakukan pada 28 Agustus 2017. Bandara ini rencananya akan dibangun di laut lepas, di wilayah Kecamatan Kubutambahan. Untuk memantapkan rencana itu, PT. Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, menggelar sosialisasi yang melibatkan seluruh tokoh masyarakat wilayah Kecamatan Kubutambahan, pada Selasa (6/6/2017) di Kota Singaraja.

Dalam sosialisasi itu, ditegaskan bahwa pembangunan Bandara di Buleleng ini tidak akan memanfaatkan lahan pemukiman warga. Karena pembangunannya ditujukan ke laut lepas. Mengingat juga, di wilayah itu juga terdapat 33 pura dan 22 situs penting yang tidak mungkin dihilangkan.

Presiden Direktur (Presdir) PT. BIBU Panji Sakti, Made Mangku mengatakan, sosialisasi ini dilakukan mengingat persiapan Groundbreaking sudah semakin dekat. Sehingga, kata dia, komunikasi yang dibangun PT. BIBU dengan masyarakat setempat harus intens dilakukan.

“Paling tidak warga yang ragu akan program ini, sekarang sudah fokus. Karena ada hal penting yang harus diketahui oleh masyarakat disini,” kata Mangku.

Hal paling mendasar dalam sosialisasi ini selain hal tekhnis yakni, menurut Mangku, manfaat yang akan diterima masyarakat luas baik dari sisi sosial, ekonomi, dan hal lainnya, jika bandara ini jadi dibangun.

Kata Mangku, dampak yang muncul akibat keberadaan Bandara nantinya bisa menjadi manfaat bagi masyarakat, dengan tetap akan mengedepankan konsep “Tri Hita Karana”. Prahyangan misalnya, keberadaan Pura-pura termasuk situs-situs penting, akan tetap keberdaannya dengan konsep yang ada.

Baca Juga:  Traffic Light Simpang Penarukan Diperbaiki, Dana dari Pusat

Kemudian Pawongan, sambung dia, baik dari sisi tenaga kerja Bandara ini akan menyerap 200 ribu tenaga kerja dan diutamakan adalah tenaga kerja lokal. “Di Buleleng jumlah pengangguran ada sekitar 50 ribu, Bandara butuh 200 ribu, semua akan terakomodir. Asalkan itu, ditunjang dengan keahlian. Nanti kami akan training dulu,” jelas Mangku.

Termasuk lingkungan, keberadaan bandara ini akan ikut melestarikan lingkungan bersama masyarakat, termasuk lingkungan di laut. “Untuk nelayan dan penambatan perahu, semua sudah terakomodir dan kami pikirkan. Nanti akan ada SPBU, TPI, dan nelayan yang uzur akan kami jadikan petani garam,” ungkap Mangku.

Bandara yang menghabiskan dana mencapai Rp 50 Triliun dengan mengapung (offshore) ini, akan memerlukan lahan seluas 2150 hektar. Diantaranya, power plant seluas 150 hektar, aero city seluas 600 hektar, runway dan terminal seluas 1400 hektar.

Untuk jalan, kata Mangku, mengingat di wilayah Kubutambahan padat akan acara keagamaan, maka kemungkinan alternatif pintu masuk dan keluar Bandara akan mengambil di wilayah di Kecamatan Tejakula, dekat Pura Ponjok Batu.

“Jarak bandara dengan bibir pantai, itu 700 meter. Nanti akan kami bangun jalan ke sana menggunakan tiang pancang. Terpenting, bandara ini untuk anak cucu kita dan bukan kita yang menikmati. Untuk dukungan, ini sudah didukung semua pihak, Bupati sudah ada izin, Gubernur sudah ada. Lengkap semua,” ucap Mangku.

Disinggung mengenai izin Penlok (Penentuan Lokasi) dari Kemenhub RI, kata Mangku, sesuai dengan Permenhub RI No. 20 tahun 2014, secara prinsip sudah tidak ada masalah. Hanya saja, kini masih menunggu Penlok dari Kemenhub.

Baca Juga:  Bandara Internasional Buleleng: Ada Yang Yakin Dibangun, Ada Yang Meragukan

“Untuk peletakan batu pertama, nanti akan ada 2 tahap, pertama upacara secara hindu, kedua baru secara kedinasan dengan mengundang semua pihak termasuk Airports Kinesis Consulting (AKC) Kanada dan Presiden,” kata Mangku.

Pembangunan Bandara di Buleleng ini, tentu tidak terlepas dari infrastruktur. Pasalnya, akses jalan untuk menuju ke Buleleng masih belum memadai. Mangku pun mengaku, sudah memikirkan hal itu. “Infrastruktur akan menjadi hal utama, mempertimbangkan jalan akses menuju ke Buleleng dari Denpasar, agar Bandara ini laku. Rencana, nanti di tengah akan dibangun intercine. Semua sudah terpikirkan,” jelas Mangku.

Made Mangku pun berharap agar dukungan dari seluruh komponen masyarakat ini, benar-benar dibuktikan. Sehingga, kemajuan pembangunan di Buleleng semakin pesat. “Saya konsen pembangunan Buleleng. Dari sisi dana kami siap, tapi harus ada prosedur. Pembangunan ini kira-kira perlu waktu 15 tahun, tapi selama itu pasti ada dampak positif dan manfaat diterima masyarakat. Jadi, dukungan ini sangat kami perlukan,” tandas Mangku.

Sosialisasi rencana pembangunan Bandara ini diapresiasi tokoh-tokoh yang hadir. Sosialisasi ini telah menghapus keraguan masyarakat di Buleleng Timur. Sebab, pembangunan bandara ini tidak menghilangkan konsep agama, kehidupan masyarakat, maupun lingkungan.

“Saya minta ini tidak sekedar wacana. Sekarang kami sudah jelas setelah mendapatkan pemaparan, selama ini kami diselimuti oleh wacana-wacana yang tak jelas. Kami mendukung penuh rencana program ini, karena manfaat yang diterima masyarakat jelas, semua terakomodir,” ucap tokoh masyarakat Kubutambahan, Ketut Sandirat yang juga mantan Perbekel Kubutambahan. (ngr/frs)

One thought on “Peletakan Batu Pertama Bandara Internasional Buleleng 28 Agustus 2017?

  • Warga dari luar daerah bali sangat mendukung sekali bandara international buleleng di kubutambahan agar segera dibangun.untuk mempermudah kunjungan wisata ke bali barat dan pantai pantainya yang sangat indah disekitar desa bukti.kita bangga dan senang akan hal itu.selain itu perlu dihidupkan kembali siskamling di kubutambahan karna banyaknya tenaga kerja dari luar daerah yang akan masuk.agar tercipta ketertiban yg lebih aman dan terpadu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *