Pemdes: Bupati Agus Lantik BPD secara Massal dan Marathon

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Bupati Agus melantik BPD secara massal

BALIEDITOR.COM – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, Kamis (11/7/2019) melakukan pelantikan
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara massal dan marathon.

Bupati Agus melantik dan mengambil sumpah 88 anggota BPD se-Kecematan Gerokgak di Gedung Olahraga Ulangun Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak.

Usai pelantikan di Sanggalangit, Bupati Agus melanjutkan roadshownya ke Desa Pengelatan Kecamatan Buleleng. Di Penglatan Bupati yang juga Ketua DPC PDIP Buleleng itu melantik 60 orang anggota BPD dari 12 desa.

Dalam sambutan pelantikan berjama’ah itu Bupati Agus menegaskan bahwa BPD disetiap desa sangatlah vital, selain menentukan arah pembangunan dan kemajuan bagi desa BPD juga memiliki tugas khusus dalam membuat berbagai produk hukum melalui peraturan desa (Perdes) dalam mewujudkan kesejahtraan masyarakatnya.

“Seluruh lembaga desa yang ada harus merubah paradigma yang ada, dia harus mempunyai asas manfaat, asas memajukan desa dan keinginan untuk bersama-sama untuk membangun desa. Tiga hal yang harus dilakukan BPD, pertama harus mampu membuat APBDes bersama Kepala Desa, kedua bisa meyerap aspirasi masyarakat dan ketiga melakukan fungsi pengawasan,” tegas Bupati Agus seperti dilansir Humas Pemkab Buleleng.

Kata Bupati, untuk merubah paradigma tersebut dirinya menghimbau kepada dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah yang tepat untuk membentuk anggota BPD sehingga mampu membawa perubahan bagi desa itu sendiri.

Dijelaskannya, melalui konsep bekerja bersama dan melakukan kordinasi yang baik antara BPD, Kepala Desa dan Kelian Desa Pakraman dipastikan desa akan maju ditangan mereka.

“Saya minta DPMD untuk memberikan pelatihan kepada BPD, kalau dia (BPD) ngak bisa bagaimana bisa mengevaluasi, harus diberikan pelatihan-pelatihan,“ katanya.

Menyikapi intruksi langsung dari Bupati Agus, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buleleng I Made Subur, SH mengatakan akan segera memberikan pelatihan kepada anggota BPD.

Menurut dia, melalui pelatihan tersebut diharapkan anggota BPD mampu memahami fungsi dan tugasnya dengan baik, seperti mencermati potensi desa melakukan pengawasan yang baik dalam mewujudkan kesejahtraan bagi masayarakat didesanya.

Selain mampu menyerap aspirasi masyarakat, urai Subur, BPD juga harus mampu membuat produk hukum di desa tersebut. Misalkan membuat aturan pungutan desa, tentang perda bebas sampah plastik, tata ruang dan yang lainnya. “Kami akan latih nanti selama dua hari, dan meberikan modul pedoman-pedomannya,“ ujarnya.

Lebih jauh Subur menambahkan, nantinya akan ada lima bidang yang akan diterapkan kepada para anggota BPD, yaitu bidang pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, kemasyarakatan dan bidang penanganan bencana. Jadi tanggung jawab membangun desa merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa bersama perangkatnya dan kelembagaan yang ada di desa tersebut.

“Antara BPD dengan Perbekel itu harus bersinergi menjadi satu, untuk mensejahtrakan masyarakat yang ada di desa,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *