Pemkab Buleleng Gelar Pelatihan UMKM

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Ny Aries Sujati Suradnyana berbincang dengan peserta pelatihan

BALIEDITOR.COM – Dinas Koperasi, Usah Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng, Bali, memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi pengrajin yang ada di Kabupaten Buleleng.

Humas Pemkab Buleleng melansir, pelatihan dan pendampingan ini diharapkan dapat memberikan hasil akhir terbaik, menjadikan pelaku usaha lebih berkualitas tidak hanya terbatas pada hasil kerajinan saja, namun lebih mengarah kepada kemampuan pengembangan usaha ke skala yang lebih besar.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (11/4/2019) di Hotel Aneka Lovina.

Pemkab saat ini mulai membuka mata terhadap peran penting Usaha Mikro Kecil dan Menengah bagi masyarakat. Perhatian itu berwujud dalam berbagai aturan dan kebijakan yang dituangkan dalam kerangka upaya meningkatkan partisipasi UMKM dalam pembangunan Kabupaten Rote Ndao kedepan.
Paradigma pembangunan yang dulunya berfokus pada pemerintah sebagai motivator, sekarang mulai bergeser ke tangan para wirausaha.

Sementara itu, materi yang diberikan antara lain hari pertama membahas Peran UMKM dalam Pemberdayaan Ekonomi Kreatif yang memberi materi BKPSDM Provinsi Bali, Widyaiswara, hari kedua membahas Desain dan Inovasi Produksi Anyaman Bambu yang membari materi Pengerajin anyaman dari Banyuwangi Widodo, dan pada hari ketiga membahas Peran Dekranasda Buleleng dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil yang langsung di paparkan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana.

Ny. Aries Sujati Suradnyana memaparkan melalui pelatihan dan pendampingan ini peserta yang akan melahirkan wirausaha-wirausaha sukses yang berdaya saing di era tuntutan ekonomi yang semakin pesat saat ini.

“Kiranya peserta dapat diberkahi pengetahuan untuk memahami banyak hal tentang kewirausahaan yang kreatif dan berinovatif untuk membuka relasi dengan wirausaha yang telah maju dalam bidang yang digelutinya,” paparnya.

Dia menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan pengelolaan usaha agar para pengrajin UMKM dapat tumbuh dan berkembang.

Di samping itu, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk pengembangan UMKM agar lebih menginvasi model-model yang ada.

Bagaimana UMKM bisa berinovasi agar nilai jual dari produknya bisa meningkat. Produk yang terbuat dari bambu bisa ditambah ukiran-ukian untuk mempercantik dan menambah nilai jual.

“Saya ingin para pengrajin bisa lebih mengembangkan sayap usahanya,” tutup Aries Sujati Suradnyana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *