Pemkab Buleleng Jegal Pementasan Seni Budaya di Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti?

Foto Balieditor.com-frs: Nyoman Sarjana kecewa berat

Foto Balieditor.com-frs: Nyoman Sarjana kecewa berat

BALIEDITOR.COM – Kepedulian Pemkab Buleleng terhadap seni budaya di Buleleng patut dipertanyakan.

Ini lantaran Pemkab Buleleng melalui Dinas Sosial menolak pementasan seni-budaya yang dikemas dalam acara hiburan rakyat Joged Mebarung dan Kesenian Hadrah di Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Akibatnya panitia penyelenggara yang mengajukan izin penggunaan Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti kecewa berat.

“Saya kecewa sekali dengan sikap Pemkab yang tidak mengizinkan pementasan seni-budaya di Tri Yudha Sakti. Ini membuktikan bahwa Pemkab Buleleng tidak berpihak kepada seniman,” kritik Nyoman Sarjana, panitia pertunjukan seni-budaya kepada Balieditor.com di Singaraja, Kamis (10/5/2018).

Menurut rencana, sebut Sarjana, pertunjukan seni-budaya ditampilkan Jumat (11/5/2018) malam, sayang Dinas Sosial mengirim surat penolakan penggunaan Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti kepada panitia Rabu (9/5/2018).

Jenis seni buaya yang ditampilkan adalah jogged mebarung dari Sangket yang dibina oleh Made Teja, mantan anggota DPRD Buleleng. Selain itu juga juga ditampilkan Hadrah dari Desa Pegayaman.

“Saya sangat menyayangkan karena sikap Pemkab Buleleng ini mematikan kreativitas para seniman dan mematikan pengembangan seni budaya di Buleleng,” serang Sarjana.

Kata dia, seharusnya Pemkab Buleleng mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini, karena masyarakat turut membantu pelestarian seni-budaya Isi surat Dinas Sosial yang ditandatangani Kadissos Gede Komang menyatakan bahwa lokasi yang dimohon panitia sudah terlebihdahulu dimohon oleh pihak lain. “Jangan melihat siapa yang menyelenggarakan tetapi melihat apa yang diselenggarakan. Bukannya menjegal aktivitas seni-budaya yang digelar masyarakat,” tegasnya.

Ada bunyi surat penolakan dari Dinas Sosial Kabupaten Buleleng? Surat bernomor: 800/047/Dinsos tanggal 9 Mei 2018 yang ditandatangani langsung Kadissos Gede Komang itu berbunyi, “Kami dari Dinas Sosial memohon maaf tidak bisa meminjamkan tempat Monumen Perjuangan Tri Yudha Sakti karena sudah ada yang memakai dari tanggal 11 Mei 2018 untuk banjar adat Sukasada sampai akhir Juni untuk kegiatan sekolah-sekolah maupun instansi yang akan mengadakan acara kenaikan kelas maupun perpisahan sekolah.”

Alasan-alasan yang disampaikan Dissos oleh Sarjana dinilai mengada-ada karena bulan ini belum ada acara-acara perpisahan dan kenaikan kelas. “Itu alasan untuk menjegal pesta rakyat Joged Mebarung dan Kesenian Hadrah,” tuding Sarjana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *