Pemkab Buleleng “Setengah Hati” Ngecat Jembatan Peninggalan Belanda

Foto Balieditor.com-frs - Foto diambil Selasa (27/6/2017) pukul 14.45 wita: Jembatan Peninggalan Belanda yang sebagiannya sudah dicat dengan warna putih

Foto Balieditor.com-frs – Foto diambil Selasa (27/6/2017) pukul 14.45 wita: Jembatan Peninggalan Belanda yang sebagiannya sudah dicat dengan warna putih

BALIEDITOR.COM – Ternyata Pemkab Buleleng tidak ada niat baik dalam memelihara dan merawat bangunan bersejarah seperti Jembatan Peninggalan Belanda, Singaraja.

Setelah dikritik dan disoroti public dan menjadi viral di medsos (media sosial), Pemkab Buleleng sudah ada upaya melakukan pengecatan terhadap Jembatan Peningalan Belanda yang menjadi bagian dari sejarah Kota Singaraja, Bali itu.

Sayang, Pemkab Buleleng terlihat “setengah hati” menindaklanjuti kritik public itu. Hanya satu setengah hari dilakukan pengecatan Jembatan Peninggalan Belanda yang dengan gagah membentang di atas Sungai Buleleng itu.

“Ya, setelah ditulis di media, Senin langsung ada kegiatan pengecatan jembatan ini. Kemudian dilanjutkan Selasa, tapi hanya sampai jam 11.00 siang. Setelah itu, tidak ada lagi pekerja yang mengecat jembatan ini sampai hari ini,” ujar Agus, seorang warga Kota Singaraja, yang sedang santai di taman bagian barat sebelah utara Jembatan Peninggalan Belanda, kepada Balieditor.com, Kamis (29/6/2017) siang.

Agus menceritakan, pengecatan badan jembatan itu pun belum selesai. “Yang sudah dicat kan bagian dalam saja, dan sebagian di luar. Tetapi di sisi utara-selatan dibiarkan saja, belum dicat. Kayaknya kok ngga serius,” sodok Agus.

Pendapat senada juga disampaiakn Suartha. Pria berbadan tambun itu merasa heran dengan sikap pemerintah ini. “Awalnya saya sudah senang karena sudah merespon saran dari masyarakat. Tahu-tahu tidak dilanjutkan pengecatannya malah pekerjanya kabur ngga terlihat lagi,” ujarnya.

Hasil pemantauan Balieditor.com Kamis (29/6/2017) siang menyebutkan bahwa pengecatan Jembatan Peninggalan Belanda itu belum selesai. Hanya bagian dalam jembatan serta bagian luar di ujung barat dan timur yang sudah turut dicat. Sedangkan bagian luar atau sisi luar sebelah utara dan selatan belum tersentuh cat sehingga terlihat seperti penyakit kudis di tubuh manusia. Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi resmi dari dinas terkait. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *