Pencuri Emas di Busungbiu Ditembak Polisi, Penjara 7 Tahun Menanti

Foto Balieditor.com-ngr: Maling emas Lokok dikawal polisi menuju lokasi jumpa pers di Mapolres Buleleng

BALIEDITOR.COM – Ini peringatan keras bagi para maling di Bali Utara. Bila masih membandel melakukan aksi pencurian, maka hadiah spesialnya adalah timah panas.

Seperti yang dilakukan Polsek Busungbiu, Buleleng, Bali, menembak pelaku pencurian bernama Komang Astika Wiryanata alias Lekok, 24. Lekok dihadiah timah panas tepat mengenai kakinya karena hendak melarikan diri saat akan dibekuk polisi di wilayah Kabupaten Jembarana. Selain mengamankan barang bukti emas, dari tangan pelaku juga diamankan sepeda motor hasil penggelapan.

Penangkapan pelaku Lekok, warga Dusun Padma Kencana, Desa Telaga Kecamatan Busungbiu, Buleleng, ini berawal dari laporan Putu Wenten, 70, warga Desa Umejero. Wenten melapor ke Mapolsek Busungbiu bahwa emas miliknya raib disikat maling, yang diperkirakan dicuri pada Minggu (20/1/2019) sekitar pukul 03.00 wita.

Berangkat dari laporan itu, Unit Reskrim Polsek Busungbiu langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Saat akan dilakukan penangkapan, ternyata pelaku berhasil kabur dari wilayah Busungbiu. Akhirnya Minggu (27/1/2019) polisi berhasil membekuk pelaku Lekok di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Saat akan ditangkap, pelaku Lekok sempat melakukan perlawanan dan berusaha kabur. Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan dan sebutir timah panas tepat mengenai kaki pelaku Lekok.

Kapolsek Busungbiu, AKP Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, saat dimintai keterangan pelaku mengakui pencurian yang dilakukannya. Menurut Kapolsek Agus Dwi, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara merusak pintu dan masuk ke dalam kamar milik korban.

“Saat berhasil masuk, pelaku langsung mengambil emas di almari pakaian. Barang bukti yang kami amankan dari pelaku yakni ,1 cincin emas yang berisi permata abu-abu, 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter DK 6412 AC tahun 2005 dan baju kemeja lengan panjang,” kata Kapolsek Agus Dwi Wirawan, Kamis (31/1/2019) siang di Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja.

Kapolsek Agus Dwi mengakui, terpaksa melakukan penembakan di kaki pelaku karena melakukan perlawanan saat akan dilakukan penangkapan. “Kami melakukan penyergapan di Jembrana, namun ada perlawanan dan berupaya melarikan diri, sehingga kami langsung lumpuhkan,” jelas Kapolsek Agus Dwi.

Selain melakukan pencurian cincin emas, Lekok juga melakukan pencurian uang tunai sebesar Rp2,5 juta bersama gelang emas dengan berat 3 gram milik Ketut Sarini di Desa Umejero. Selain itu, pelaku melakukan pengelapan sepeda motor Yamaha Jupiter DK 6412 AC milik Gede Subrata yang juga warga Desa Umejero.

Kini sang maling Lekok hidup di balik jeruji besi. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *