Pendidikan: Garap Potensi Kelautan, Undiksha Buka Program Studi Aquakultur

Foto Dok Balieditor.com: Rektor Undiksha DR Wayan Jampel, M.Pd

BALIEDITOR.COM – Pelan namun pasti, peran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dalam perspektif menggali potensi sumber daya Buleleng mulai on the track.

Sebagai bukti, kini universitas “plat merah” satu-satunya di Bali Utara itu mulai membuka program studi (Prodi) yang khusus mempelajari bidang studi kelautan dengan semua potensinya. Yakni Prodi Aquakultur.

Prodi Aquakultur berada di bawah naungan Fakultas MIPA. Prodi ini tergolong baru dan baru memasuki tahun akademik kedua sejak didirikan.

Rektor Undiksha, Dr I Nyoman Jampel, M.Pd, menjelaskan dibuatnya Prodi Aquakultur merupakan respon atas potensi sumberdaya alam kabupaten Buleleng. Bentangan pantainya sepanjang 172 Km dari barat ke timur berbatasan langsung dengan dua kabupaten Jembrana dan Karangasem merupakan sebuah potensi yang perlu diberi perhatian.

“Prodi Aquakultur adalah program studi budi daya organisme air yang titik beratanya adalah fish farming dan budidaya ikan atau fish culture.Prodi ini kita buka satu tahun lalu,” ungkap Jampel, Kamis (26/7/2018).

Dijelaskan, sumber daya alam laut Buleleng sangat luar biasa kaya terutama daerah pesisir pantai yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai macam budi daya kelautan. Dan Undiksha melalui prodi barunya itu,menyiapkan SDM agar potensi kelautan itu bisa tergali maksimal.

”Kalau tidak dari sekarang di pikirkan SDM nya potensi itu akan terbuang percuma karena tidak ada yang mau mengeksplorasinya,” imbuh Jampel.

Sebelum dirubah menjadi Strata 1 (S1) program ini awalnya D3 Budi Daya Kelautan khusus membidangi studi kelautan. Namun setelah menjadi Prodi Aquakultur maka bidang kajiannya meluas hingga ke budidaya air tawar. ”Proses rekrutmen melalui tiga jalur,jalur undangan dan jalur SBMPTN dan Mandiri.Karena masyarakat belum begitu familiar dengan prodi ini maka promosinya dipercepat,” paparnya.

Jampel melihat di Bali banyak terdapat budi daya perikanan darat terutama dengan dibangunnya kolam-kolam air tawar untuk pengembangan budi daya ikan terlebih prodi Aquakultur sesuai dengan nomenklatur yang ada. ”Prinsipnya kita ingin mengembangkan karena memang bentang laut Buleleng sangat luas,” ujarnya.

Menurut Jampel, untuk kepentingan pengembangan Prodi Aquakultur, Undiksha telah membangun kerjasama dengan Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol, Gerokgak. ”Mahasiswa praktiknya di Balai Perikanan Gondol bahkan melakukan PKL hingga ke Ubu-Thailand. Jadi prodi ini sangat prospektif terutama dalam rangka membuka peluang jenis usaha dari sector kelautan,” tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *