Penipuan dengan Akun Palsu, KELD Dibekuk Polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Pelaku KELD tertunduk malu di hadapan wartawan

BALIEDITOR.COM – Gars-gara memalsukan akun palsu melaluo faceboook untuk melakukan tindak pidana seorang perempuan yang berinisial KELD, 28, kini harus berurusan dengan polisi.

KELD dibekuk Satreskrim Polres Buleleng, Bali, karena memanipulasi data autentik atau akun palsu melalui Facebook dengan nama akun Risnha.

Korbannya seorang ibu muda bernama Luh Eka Apriliani, 25, warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Modusnya, pelaku KELD memakai foto korban Luh Eka pada akun palsu facebook tersebut untuk melakukan aksi penipuan. Sebenarnya antara pelaku dan korban memang saling kenal sejak tahun 2012 lalu. Saat itu, pelaku sempat meminjam handphone milik korban selama beberapa hari.

Sebelum handphone itu dikembalikan, tak disangka ada niat terselubung dari pelaku dibalik peminjaman handphone tersebut. Setelah itu mereka lost contact, karena korban saat itu pergi ke Turki untuk bekerja beberapa waktu.

Aksi kejahatan KELD terungkap baru-baru ini, ketika seorang pria mendatangi korban Luh Eka untuk meminta uang.

Uang yang diminta itu disebutkan pria tersebut, adalah uang hasil penipuan yang dijanjikan akan dikembalikan oleh akun palsu facebook Risnha yang menggunakan foto korban Luh Eka. Merasa dirugikan karena fotonya dipakai pada akun facebook Risnha tersebut, korban Luh Eka melaporkan kejadian ini ke Mapolres Buleleng.

“Saya gak tahu dari kapan dia pakai foto saya di akun palsu itu, dulu hp saya sempat dipinjam dia. Ada orang datang ke saya, katanya menangih uang, saya gak tahu kemudian saya laporkan ke polisi. Dulu memang saya temenan, lalu gak berhubungan lagi karena saya ke Turki kerja,” ucap korban Luh Eka, Senin (15/4/2019) di Mapolres Buleleng.

Dihadapan awak media, pelaku KELD hanya bisa tertunduk malu. Ia mengaku, melakukan aksi itu atas inisiatif sendiri. Sudah ada beberapa pria ia mintai uang, dengan cara hasil menipu menggunakan akun palsu yang memasang foto korban pada profil facebook dengan akun Risnha.

“Sebagian sudah ada saya kembalikan. Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap KELD pemilik akun facebook Risnha.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat mengatakan, modus operasi yang dilakukan pelaku yakni dengan sengaja memanipulasi data elektronik dengan tujuan data tersebut seolah benar.

“Dari penyidikan dan bukti, peristiwa ini adalah perbuatan pidana yang termasuk manipulasi data atau akun palsu melalui facebook,” kata Mikael Hutabarat.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone yang masing-masing berisi akun facebook Risnha. Bahkan selama melancarkan aksinya itu, pelaku sengaja menggunakan foto korban Luh Eka pada akun palsu facebook tersebut, agar bisa menarik perhatian pria-pria lain untuk dipacari.

Setelah itu, pelaku memintai sejumlah uang kepada pria-pria tersebut. “Pelaku mengaku bekerja di Jepang. Saat ini sudah ada 4 pelapor mengaku jadi korban penipuan yang dilakukan oleh pelaku. Total uangnya ada sekitar Rp 18 juta,” pungkas Mikael Hutabarat.

Pelaku KELD dijerat dengan pasal 35 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 12 miliar. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *