Perampok Keramba Jaring Apung di Perairan Laut Patas Ditangkap Polisi

Foto Humas Polres Buleleng: Kedua perampok sedang memperlihat barang curiannya

BALIEDITOR.COM – Aksi perampokan di tengah laut terutama perampokan terhadap keramba jarring apung yang selama ini menghantui para nelayan di perairan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, berhasil dihentikan oleh polisi.

Jaringan mafia perampokan di tengah laut yang berhasil dibekuk polisi adalah Putu Ardana, 23, beralamat di Banjar Dinas Tegal Asri, Desa Patas; dan Suriyadi, 27, beralamat Banjar Dinas Yeh Biyu, Desa Patas. Polisi berhasil mengamankan barang bukti 275 ekor ikan krapu jenis cantang seberat 384 kilogram.

Kedua anggota jaringan mafia perampokan tengah laut melakukan aksinya di Keramba jarring apung yang berada di perairan laut wilayah Banjar Dinas Yeh Biyu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.

Dalam keterangan pers di Press Room Polres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja, Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana, SH, didampingi Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH, menjelaskan bahwa jajaran Polsek Gerokgak yang dipimpin oleh Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana, SH bersama Kanit Reskrim AKP Abdul Azis dengan unit lidiknya telah berhasil mengungkap kasus pencurian 275 ekor ikan krapu jenis cantang dengan berat 384 kilogram yang terjadi di keramba jaring apung yang berada di perairan laut wilayah Banjar Dinas Yeh Biyu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada hari Jumat tanggal 10 Januari 2020 pukul 11.15 wita.

Diceritakannya, pada hari Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 12.30 wita, pelapor sedang berada dikantor menerima telepon dari karyawannya Ketut Bagus Irawan bahwa ditemukan 9 kampil ikan kerapu cantang di Pantai Desa Pengulon. Setelah diselidiki ternyata tidak ada orang yang mengakui 9 kampil ikan tersebut sehingga temuan itu dilaporkan ke Polsek Celukan Bawang.

Namun karena lokasi keramba berada di perairan laut Desa Patas yang merupakan wilayah hukum Polsek Gerokgak, sambung Widana, selanjutnya Polsek Celukan Bawang menghubungi Kanit Reskrim Polsek Gerokgak untuk penanganan selanjutnya.

“Setelah menerima infomasi dari Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang, Kanit Reskrim Polsek Gerokgak bersama anggota langsung mengecek ke TKP di Pantai Desa Pengulon, dan selanjutnya dilakukan lidik serta olah TKP dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi,” papar Widana lagi.

Dari beberapa keterangan yang diperoleh polisi tampaknya mengarah ke kedua anggota jaringan mafia perampokan keramba di tengah laut itu. Maka tanpa ragu polisi pun langsung menangkap kedua pelaku yang ternyata adalah karyawan yang bekerja di keramba tersebut.

“Setelah dilakukan interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya yang telah mengambil 9 kampil ikan kerapu jenis cantang di keramba milik pelapor yang dibawa ke Pantai Desa Pengulon tersebut untuk dijual, selanjutnya kedua pelaku dibawa dan diamankan di Polsek Gerokgak untuk proses lebih lanjut,” jelasnya lagi.

Akibat kejadian tersebut korban I Gusti Putu Suwesen, 61, beralamat di Banjar Tuakilang Belodan, Desa Denbatas, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali, menderitakerugian sebesar Rp. 9.600.000. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *