Perang Preman di Banyuseri: Pelaku Arya Purnawa Ngaku Keder Lihat Bodi Raksasa Korban

Foto Balieditor.com-frs: Pelaku Arya Purnawa

BALIEDITOR.COM – Ada cerita menarik dari mulut pelaku perang preman di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Gusti Putu Arya Purnawa, 27, asal Banjar Dinas Perampasan, Desa Banjar.

Pria yang badannya berselimut tato itu kepada Balieditor.com mengaku bahwa dia sempat keder karena lawannya Made Sedita, 33, asal Banjar Dinas Desa, Desa Banyuseri, berbada raksasa alias besar. Bukan hanya besar tetapi bodi korban bertotot. “Saya sempa takut karena orangnya besar,” ngakunya.

Pun demikian Arya Purnawa secara gentle mengakui perbuatannya. Ia pun berdalih, aksi itu dilakukan karena untuk membela diri, karena merasa terdesak akibat ditantang oleh korban yang saat itu diduga dalam kondisi pengaruh alkohol. Bahkan pelaku menampik, jika dirinya ingin kabur usai melakukan penganiayaan tersebut.

“Saya awalnya duluan ditantang, saya kira bercanda mungkin kenal dengan saya. Tapi ternyata saya terus didorong, saya duluan dipukul tapi kena rambut, makanya saya pukul dia. Habis itu saya pulang dulu, saya amankan istri dan anak saya, karena saya tahu pasti ini ada keluarganya gak terima. Setelah itu saya balik dan ditangkap,” ujar Arya Purnawa saat digelar jumpa pers, Senin (14/1) siang di Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No.1 Singaraja. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *