Perang Preman di Banyuseri, Preman Kurus Cacah Preman Gemuk Hingga Pingsan

Foto Baliditor.com-frs: Kapolsek Banjar Januartha memberikan keterangan pers tentang perang preman di Banyuseri

BALIEDITOR.COM – Masyarakat Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (10/1/2019) malam dibuat heboh. Ini lantaran terjadi perang antar preman di desa itu dalma kegelapan malam pukul 20.30 wita.

Menariknya, dalam perang premana kampung itu terjadi duel tidak seimbang. Karena Gusti Putu Arya Purnawa, 27, asal Banjar Dinas Perampasan, Desa Banjar, berperawakan kurus dan lawannya Made Sedita, 33, asal Banjar Dinas Desa, Desa Banyuseri, berperawakan raksasa alias besar.

Sayang dalam duel dua preman kampong itu, ternyata Made Sedita yang berbadan raksasa itu tidak berkutik. Sedita dicacah oleh Arya Purnawa yang berbadan kecil hingga babak belur hingga roboh tak berdaya di arena pertarungan satu lawan satu itu. Arya Purnawa kini diamankan di Polsek Banjar.

Kapolsek Banjar, Kompol IB Dedi Januartha didampingi Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya dalam jumpa pers di press room Polres Buleleng di jalan Pramuka No 1 Singaraja, menjelaskan, perang antar dua preman itu berawal dari adu mulut saat keduanya sama-sama membeli bakso di TKP.

Diduga karena terjadi salah paham, tiba-tiba saja keduanya terlibat dalam aksi perang mulut. “Pelaku langsung memukul korban. Nah, saat itulah terjadi perang fisik. Pelaku memukul korban berkali-kali memakai tangan hingga korban terjatuh. Setelah puas memukul, pelaku meninggalkan korban dalam kondisi tergeletak,” papar Januartha.

Usai mencacah lawan yang berbadan raksasa itu, pelaku Arya Purnawa meninggalkan korban dan kabur dari incaran polisi.

“Setelah mendapatkan laporan, Tim Buser Polsek Banajr dipimpin oleh Kapolsek dan Kanit Reskrim langsung mengadakan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku kurang dari 3 jam,” beber Kapolsek yang dipromosikan menjadi Wakapolres Klungkung itu.

Meski dalam pengakuan pelaku bahwa aksi itu dilakukan untuk membela diri, namun polisi tetap akan melakukan proses hukum.

“Saksi dari pedagang bakso telah kami mintai keterangan. Kalau dibilang ini membela diri, korban dipukul berkali-kali oleh pelaku. Korban yang bangun, lagi dihajar sampai tergeletak oleh pelaku. Bahkan saat lapor pun korban pingsan. Sekarang korban masih diopname,” ungkap Januartha.

Pelaku Gusti Arya dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman pidana 2 tahun 8 bulan penjara. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *