Peringati HUT Bhuwana Kertha ke-70 dan LVRI ke-61

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Upacar bendera peringati HUT Bhuwana Kertha

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Upacar bendera peringati HUT Bhuwana Kertha

BALIEDITOR.COM – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, ST menghimbau agar para pemuda penerus bangsa senantiasa menanamkan semangat para pejuang dan memberikan penghormatan kepada para pahlawan.

Ia memberikan himbauan tersebut saat apel bendera memperingati HUT ke-70 Monumen Perjuangan Bhuwana Kertha dan HUT LVRI Kabupaten Buleleng ke-61 tahun 2018 di lapangan upacara Monument Bhuwana Kertha, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Selasa (17/1/2018).

Dalam kesempatan tersebut Bupati menekankan kepada para pemuda penerus bangsa agar senantiasa menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan Negara republik Indonesia serta menyatukan tekat dan langkah guna mewujudkan cita- cita para pahlawan, dengan bekerja keras, ulet, jujur serta penuh pengabdian kepada Bangsa dan Begara Republik Indonesia.

Bupati Agus juga berharap agar generasi muda selalu mengamalkan nilai-nilai luhur yang di wariskan oleh para pahlawan, dengan mengaktualisasikan kedalam sikap prilaku di kehiudpan sehari-hari, bahwa bagaimana sulitnya masa-masa perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan sampai titik darah penghabisan. “Nilai-nilai perjuangan para pahlawan perlu kita tanamkan untuk menjaga NKRI dalam situasi kekinian,”ucap Bupati Agus.
Sementara itu Ketua LVRI Kabupaten Buleleng Wayan Suanda mengatakan, kalau para pahlawan dulu berjuang tanpa pamrih tanpa ada satu kemauan atau angan-angan lainnya, tidak mengharapakan jabatan, harta, pangkat atau kedudukan para pejuang dulu hanya bertekad berjuang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membuat ikrar yang berbunyi.

“Bila Indonesia Menang maka di tempat ini akan di buat pura yang bernuansa republik,” ucap Wayan Suanda.

Suanda juga berharap kepada generasi muda untuk tetap mempertahankan jiwa semangat perjuagngan 45 dengan jalan revolusi mental. “Seperti yang dikatakan Bapak Presidan Jokowi, revolusi mental, supaya jiwanya tidak goyah, tetap membela Negara, semangat untuk maju menciptakan ke adilan dan kesejahtraan masyarakat,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *