Pesta Imamat 41 Romo Yan: “Jadi Imam Bukan Cari Enak”

Foto Balieditor.com-frs: Romo Yan memotong cake pesta Imamat ke-41

BALIEDITOR.COM – Tepat Kamis tanggal 11 Juli 2019, Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, genap 41 tahun menjadi pastor.

Romo Yan — sapaan akrab romo putra asli Bali dari Tuka, Dalung, Badung — ditabis menjadi imam atau pastor di Kongregasi Sabda Allah atau SVD, pada tanggal 11 Juli 1978.

Dan Kamis (11/7/2019) malam umat Katolik binaan Romo Yan yang tergabung dalam Kelompok Doa Maria Dolorosa (KDMD) memperingati pesta imamat atau pesta ulang tahun tabisan Romo Yan yang ke-41.

Pesta imamat ke-41 Romo Yan dilaksanakan melalui misa kudus di Rumah Doa Maria Dolorosa di LC 10 Baktiseraga, Buleleng Bali. Misa dipimpin langsung Romo Yan.

Misanya cukup meriah karena beberapa lagu dimainkan oleh tiga organis cilik Francelina Floria Freitas, Kristian Ralando Tena dan Gery, dalam irama keroncong.

Dalam kotbahnya, Romo Yan menyatakan bahwa menjadi imam Katolik itu bukan mencari enak. “Menjadi imam bukan cari enak saja,” tandasnya.

Karena, kata dia, seorang imam harus bisa merasakan kehidupan umatnya dan harus berani memikul salib.

Ia mencontohkan dirinya bahwa karena membela kebenaran dan mempertahankan panggilan ilahi yakni panggilan imamatnya, ia harus memikul salib, harus menghadapi berbagai perlakuan tidak manusia yang justru datang dari hirarki gereja itu sendiri.

Dengan berbagai pengalaman pahit selama mempertahankan panggilan imamatnya, Romo Yan bercita-cita menjadi Nabi Kebijakan. “Saya ingin menjadi Nabi Kebijakan. Itu baru cita-cita saya. Tapi itu tidak mudah karena harus berani memikul salib, harus mengumuli Firman,” paparnya.

“Maka umat juga harus mendoakan saya, jangan hanya meminta doa dari saya,” pungkas Romo Yan.

Usai misa dilanjutkan dengan acara resepsi bersama ditandai dengan pemotongan cake dan nasi tumpeng. Selamat Romo Yan! (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *