Pileg: Kelelahan, Anggota PPK Seririt Ambruk

Foto Balieditor.com-cha: Putu Eva sedang jalani perawatan

BALIEDITOR.COM – Pesta demokrasi kali ini bakalel meninggalkan kesan midiocre.

Karena selama pelaksanaan banyak terjadi cerita minor dan kosah sedih.

Karena intensitas kerja tinggi dan durasi panjang,panitia pemilihan yang bekerja di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) satu persatu ambruk.

Seperti anggota PPK Seririt,
Kabupaten Buleleng, Bali, bernama Putu Eva Suwandana, 28 I terpaksa dirujuk ke Puskesamas setelah kondisi tubuhnya drop akibat stress dan kelelahan.

Eva asal Desa Unggahan,Kecamatan Seririt,di hari ke-5 rapat Pleno PPK Kecamatan Seririt,mengalami gejala kelelahan dengan suhu tubuh tinggi dan tekanan darah turun hingga ke level 100.Termasuk mengalami pusing dan mual.

Sesaat sebelum dirujuk ke Puskesmas, Eva mengaku sejak dua hari sebelumnya sudah mengalami gejala kelelahan.Ia pun sempat diperiksa bagian medis dari kepolisian dan diketahui tekanan darahnya rendah disertai mual,pusing dan badan panas.Namun demi tanggungjawab menyelesaikan pekerjaan, Eva mengaku tidak bisa meninggalkan pekerjaan rekapitulasi penghitungan suara yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna,Kelurahan Seririt.

”Pekerjaan masih banyak dengan target yang ditentukan dan harus selesai tepat waktu.Kami bekerja dari pagi hingga tengah malam dan sangat sedikit beristirahat,” keluh Eva,Rabu (24/4/2019).

Awalnya Eva enggan dirujuk ke Puskesmas untuk mendapat penanganan medis,namun atas dorongan sejawatnya sesama anggota PPK,akhirnya Eva bersedia meninggalkan pekerjaannya.

Setelah mendapat penanganan medis,oleh dokter yang merawatnya disarankan untuk beristirahat sebelum kondisinya semkin memburuk.Menurut dr.Gede Karnaya,dokter yang menangani Eva,pasiennya itu mengalami gejala kelelahan dan kemungkinan penyebabnya kurang istirahat.

Tak hanya itu, akibat beban kerja terlalu tinggi juga menjadi penyebab pasiennya itu mengalami gangguan kesehatan.

”Kita cek tekanan darahnya normal ada keluhan pusing,mual dan suhu tubuh meningkat,.Kami sarankan sementara beristirahat untuk memulihkan kondisinya,”jelas dr.Karnaya.

Menurut dr.Karnaya,pihaknya memang diminta untuk memberikan atensi terhadap kegiatan rekapitulasi rapat Pleno PPK Seririt yang akan berlangsung hingga tanggal 29 Aparil mendatang.

Menurutnya, beberapa kali petugas medis Puskesmas datang untuk memantau kondisi kesehatan para pesert rapat pleno namun tidak menemukan kasus signifikan terkait kesehatan mereka.”Selama ini tidak ada yang signifikan.Namun hari ini (kemarin,red) ada anggota PPK yang dirujuk,kami tangani maksimal,”ujarnya.

Sementara itu,Ketua PPK Kecmatan Seririt,I Ketut Bisa mengatakan,ia sudah meminta salah satu angotanya itu beristirahat menyusul gangguan kesehatan yang dialaminya.

”Sudah kami minta untuk istirahat dan untuk selanjutnya kami sudah melakukan kontak dengan KPU Buleleng atas kondisi itu,”kata Bisa.

Bisa mengatakan,kegiatan rekapitulasi suara memang membutuhkan stamina lebih, mengingat pekerjaan tersebut sangat menguras tenaga dan pikiran.

”Waktu istirahat kita sangat sedikit karena pekerjaan ini harus tuntas sesuai target,”imbuhnya.

Menurutnya,sejak rapat dimulai Sabtu (20/4/2019) lalu,PPK baru menuntaskan 35 persen dari seluruh pekerjaan menangani sebanyak 248 TPS yang tersebar di 21 desa dan kelurahan.Berbagai kendala dihadapi dinataranya keslahan input data dari C1 Plano ke C1 Sertifikat.

”Ada satu desa yakni Desa Lokapaksa penghitungannya sampai hari ini belum tuntas.Terdapat 32 TPS dan tersisa 8 TPS,” ungkap Bisa.

Untuk mengatasi lambatnya penghitungan suara,pihaknya bersama saksi dari masing-masing peserta telah menyepakati untuk menambah panel penghitungan yang sebelumnya dua menjadi tiga.

”Kami sudah tambah satu panel lagi, mudah-mudahan pekerjaan kita tuntas sesuai target,” tandasnya.(cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *