Pileg, Suardana: “Katanya Guru Yoga dari India, Katanya juga Tokoh Spiritual, Kok Money Politics?”

Foto Ist: DR Somvir

BALIEDITOR.COM – Terbongkarnya aksi tidak terhormat money politicsnya DR Somvir, Caleg DPRD Bali dari NasDem Dapil Buleleng, membuat mata publik terbelalak.

Ternyata suara yang diraih guru yoga dari India itu tidak dengan cara Bermartabat melainkan dengan cara tidak beradab yakni money politics.

Reaksi bukan hanya dari kader dan massa Partai NasDem tetapi juga dari masyarakat umum.

Adalah aktivis LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK) Gede Suardana yang berteriak keras teraksi ulah tidak bermartabat Somvir itu.

“Katanya Guru Yoga dari India, Katanya juga Tokoh Spiritual, Kok Money Politics?” sindir Suardana dalamn cuitan di FBnya.

Suardana yang aktivis anti korupsi itu mengisahkan, “Datang ke Bali, dan merasakan enak hidup di Bali hingga memilih jadi WNI dengan alamat di Bali. Kini masuk kencah politik dengan menjadi Caleg DPRD Provinsi Bali Dapil V Buleleng melalui Partai NasDem. Dialah Dr. Somvir.”

Lebih lanjut dalam cuitannya di FB Suardana memyatakan, “Sayang caranya masuk ke dunia politik tidak melalui pendekatan politik yang normal. Mungkin bagi Dr. Somvir, suara Rakyat Buleleng gampang dibeli hingga dengan uang yakin bisa jadi anggota DPRD Provinsi Bali mewakili masyarakat Buleleng.”

Kata Suardana, hal ini terbukti banyaknya laporan dari masyarakat, bahkan Ada yang sudah masuk laporannya ke Bawaslu Kabupaten Buleleng. Sayang, sambung dia, Bawaslu Buleleng menyatakan bahwa kasusnya sudah tidak bisa diproses karena sudah lewat waktunya.

“Sebagai masyarakat Buleleng, saya mendesak Bawaslu Buleleng memproses Kasus money politics semua Caleg termasuk dugaan Money Politic yang dilakukan oleh Dr. Somvir,” desak Suardana

“Terkait batasan waktu, saya pikir belum lewat karena pengertiannya adalah 7 (TUJUH) HARI mulai SAAT KASUS DIKETAHUI bukan SAAT PERISTIWA ITU TERJADI,” tandas Suardana.

“Jadi laporan masyarakat, saya pikir masih relevant untuk diproses,” pungkas vokalis LSM Bali Utara itu.(frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *