Pilgub Bali 2018: Janji Bangun BIB, Senin Sudikerta Ajak Tokoh Bali Nglurug Menhub RI

Foto Balieditor.com-frs: Sudikerta sedang berbicara di hadapan massa GANASPATI

Foto Balieditor.com-frs: Sudikerta sedang berbicara di hadapan massa GANASPATI

BALIEDITOR.COM –Ternyata rencana pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB) kini menjadi komoditi politik yang sangat menarik. Dua pasangan kandidat gubernur Bali 2018 ini sama-sama berjanji kepada masyarakat akan membangun BIB.

Sebelumnya kandidat gubernur Bali dari PDIP DR Ir I WayanKoster, MM, yang berjanji akan merealisasikan pembangunan BIB, saat deklarasi di Taman Kota Singaraja, Sabtu (20/1/2018) lalu.

Tadi giliran kandidat wagub Bali dari KRB Ketut Sudikerta yang berjanji akan membangun BIB sebagai upaya pemerataan pembangunan di Bali. Bahkan, Sudikerta yang kini masih menjabat Wagub Bali itu akan membawa tokoh-tokoh masyarakat Bali untuk ke Jakarta Senin (29/1/2018). Ia bersama para tokoh masyarakat Bali bertujuan untuk nglurug Menteri Perhubungan (Menhub) RI agar segera menerbitkan izin penentuan lokasi (Penlok) bagi pembangunan BIB di Kubutambahan tersebut.

“Senin saya akan ajak para tokoh masyarakat Bali nglurug Menteri Perhubungan. Kita minta agar izin Penlok Bandaranya segera dikeluarkan,” tandas Sudikerta.

Kata dia, rekemendasi atau izin Penlok sudah turun dari Presiden RI Jokowi ke Menhub RI. Namun hingga saat ini malah nyangkut di meja Menhub tersebut.“Izin dari Presiden sudah turun, ada di Menteri Perhubungan sekarang,” bebernya.

Kenapa nyangkut di Menhub? “Semua sudah tahu siapa yang halangi. Biar masyarakat yang menilai. Karena tujuan saya untuk membangun Buleleng maka itu saya terus berjuang,” jawab Sudikerta.

Kata dia, pembangunan Buleleng dalam tiga zona atau kawasan yakni zona timur dibangun BIB yang berlokasi di Kubutambahan. Zona tengah, kata dia, sebagai kawasan pendidikan sebagaimana sudah diprogramkan Pemkab Buleleng yakni Singaraja sebagai kota pendidikan.

“Bukan hanya timur dan tengah. Tetapi masih ada Buleleng Barat. Di Buleleng Barat akan dikembangkan menjadi kawasan industri. Tanah milik Provinsi Bali akan dimanfaatkan untuk kawasan industry,” urai Sudikerta. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *