Pilgub Bali 2018: Sudikerta, “Kecuali Ada Penugasan dari Partai, Saya Tak Bisa Tolak”

Bali-Mandara-Jilid-3

BALIEDITOR.COM – sebagai pemilik kendaraan politik Golkar, Ketut Sudikerta, tidak rela posisi empuk kandidat gubernur diberikan kepada penumpang kendaraan Rai Mantra.

Ia tetap ngotot mempertahankan tugas partai yakni rekomendasi DPP Partai Golakr sebagai kandidat gubernur Bali.

Meski begitu Ketua DPD I Golkar Bali ini, akan tetap mengikuti intruksi induk partai dalam menghadapi Pilgub Bali 2018. Jikapun kelak, Sudikerta malah ditugaskan partai menjadi calon wakil gubernur, Sudikerta meminta syarat tertentu, yakni agar fungsi ekonomi pembangunan diberikan kepadanya. Sehingga, ia mudah membangun Bali kedepannya.

“Kecuali ada penugasan, ya saya tidak bisa menolak. Kalau penugasan partai, siapapun ditugaskan pasti turut dan patuh pada partainya itu. Tapi kalau apapun nanti terjadi (jadi Cawagub, red), ada syaratnya. Ya, saya harus diberikan mengelola ekonomi pembangunan. Sehingga, saya bisa membangun jalan tol, saya bisa bangun stadion sebagai fasilitas olahraga dan membangun yang lainnya,” tegas Sudikerta, Sabtu (16/12/2017) di Lovina.
Dalam menghadapi Pilgub Bali nanti, Sudikerta menyerahkan sepenuhnya kepada induk partai dan koalisi partai politik, termasuk menunggu Munas Golkar yang akan melahirkan Ketua Umum Golkar yang baru menggantikan Setnov.

“Kalau saya diberikan menjadi Gubernur Bali, maka pembangunan di Bali akan gampang terwujud. Jadi, pilih orang yang berkomitmen penuh, yang tidak mengambil uang rakyat,” pungkas Sudikerta. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *