Pilgub Bali 2018: Terus Gerilya ke Buleleng, Rai Mantra Temui Mantan Bupati Bagiada

Foto Balieditor.com-frs: Rai Mantra bertemu Bagiada

Foto Balieditor.com-frs: Rai Mantra bertemu Bagiada

BALIEDITOR.COM- Ternyata kandidat gubernur Bali yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) IB Rai Dharmawijaya Mantra kiat gesit menerobos basis rivalnya KBS-ACE, Kabupaten Buleleng.

Sebagai bukti, Minggu (4/2/2018) siang, Rai Mantra mendatangi langsung kediaman mantan Bupati Buleleng, Putu Bagiada, si Grya Celuk Buluh, Lovina.

Kedatangan Rai Mantra yang ditemani beberapa anggota tim ini, berlangsung cukup kilat. Diawali dengan pertemuan tertutup selama 30 menit bersama Bagiada, Sekretaris DPD II Golkar Buleleng, Wandira Adi, Ketua Harian DPD II Golkar Buleleng, Gede Ariadi, Ketua DPC NasDem Sukasada, Made Teja, dan beberapa tim lainnya, Rai Mantra menyempatkan diri memohon dukungan kepada puluhan warga Buleleng yang hadir dikediaman Bagiada.

Usai menggelar pertemuan Rai Mantra yang dikonfirmasi mengaku, kedatangannya ini hanya untuk bersilaturahmi. “Silaturahmi, pak Bagiada keluarga ini dari ibu. Hanya ke pak Bagiada saja, kunjungi beliau,” kata Rai Mantra, sembari berjalan menuju mobilnya.

Namun Walikota Denpasar itu tak menolak nila blusukan ini sebagai strategi Mantra-Kerta untuk meraih simpati masyarakat guna mendulang dukungan untuk memenangkan Pilgub Bali 2018.

“Ya, kalau dibilang strategi politik, cuma silaturahmi saja dengan teman-teman lama, mohon petunjuklah seperti apa nanti yang harus kami jalankan,” jelas Rai Mantra.

Untuk memenangkan Pilgub Bali 2018, Rai Mantra menyerahkan sepenuhnya kepada tim pemenangan dan relawan yang telah dibentuk. Termasuk juga rencana deklarasi di tiap-tiap Kabupaten di Bali, Rai Mantra mengaku, masih terus melakukan komunikasi dengan tim-tim pemenangan di lingakaran KRB.

“Nanti tunggu saja seperti apa kami, hasil daripada temen-temen di KRB. Kalau deklarasi, belum dapat dibicarakan itu. Apakah ada deklarasi atau bentuknya seperti apa, nanti kami bahas lebih lanjut,” ujar Rai Mantra.

Sementara Bagiada menjelaskan, kedatangan Rai Mantra di kediamannya ini murni hanya silaturahmi, tanpa ada embel-embel partai politik.

Bahkan jika nantinya di lingkaran Hanura ada yang mempermasalahkan kedatangan Rai Mantra, Bagiada mengaku, memiliki jawaban secara pasti. Terlebih lagi, Gede Ariadi yang merupakan putra sulungnya adalah pengurus partai Golkar Buleleng yang menjadi parpol pengusung Mantra-Kerta di Pilgub Bali 2018.

“Beliau (Rai Mantra, red) teman, keluarga juga karena warang dari istri saya. Makanya, kehadiran disini secara kekeluargaan. Tidak ada unsur partai. Walaupun ya, ada pesan-pesan (Mohon dukungan, red) itu kan mereka sendiri. Saya hanya welcome,” ucap Bagiada. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *