Pilgub Bali 2018: Tim Pemenangan KBS-ACE Tuding Berlebihan, Panwaslu Tolak Dituding Lebay

Foto Balieditor.com-frs: Sugiardana

Foto Balieditor.com-frs: Sugiardana

BALIEDITOR.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Buleleng membantah tudingan pihaknya berelebihan dalam menangani keterlibatan kepala desa (perbekel) dalam acara Deklarasi paslon Gubernur/Wakil Gubernur KBS-Ace, Sabtu (20/1/2018) lalu.

Bahkan Tim Pemenangan Koster-Ace menganggap cara-cara Panwaslu itu berbahaya karena berpotensi menurunkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilgub mendatang.

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwsalu Buleleng, Putu Sugi Ardana mengaku pihaknya bekerja berdasarkan aturan dan bukan atas inisiatif sendiri.Bahkan dengan tegas dia mengatakan,dirinya maupun Panwaslu tidak pernah mau merespon komentar yang menuding Panwaslu bekerja diluar sistem karena garis aturan lembaganya bekerja sudah cukup jelas.

“Semua cara kerja Panwaslu sudah diatur dan tidak mungkin berani seenaknya.Kalau pun ada yang menuding kami tidak beres ya itu hanya beda sudut pandang saja.Silahkan saja,karena kami melakukan pengawasan sesuai amanat undang-undang,”tegas Sugi, Selasa (24/1/2018).

Menurut Sugi, proses politik seperti Pilgub merupakan ajang kontestasi untuk meraih simpati.Jika saja para kontestan memilih melakukan proses dengan baik,tentu akan meraih simpati masyarakat.”Kalau saja sejak awal para kontestan melakukan proses tahapan pilgub ini dengan baik tentu tidak akan ada potensi pelanggaran bahkan akan meraih simpati masyarakat,”imbuhnya.

Sementara tudingan akan menurunkan tingkat partisipasi pemilih,Ardana justru menyebut tidak ada korelasinya. Bahkan Ardana mengatakan,Panwaslu tidak akan terpengaruh dengan opini yang sedang dibangun terkait kinerja Panwaslu.

”Kami tidak akan patah semangat atau bersemangat dengan adanya tudingan itu.Biasa saja karena kami bekerja berdasarkan aturan.Tiak ada istilah kami ketat atau tidak ketat dalam melakukan pengawasan,”ulangnya.

Sebelumnya Ketua Tim Pemenangan KBS-ACE, Gede Supriatna menuding Panwaslu Kabupaten Buleleng,berlebihan dalam memandang keterlibatan peran perbekel pada acara Deklarasi Koster-Ace pekan lalau di Taman Kota Singaraja. Menurutnya,pihaknya tidak pernah melibatkan ASN maupun perbekel dalam kegiatan deklarasi.Bahkan,politisi PDI Perjuangan ini balik menyerang Panwaslu untuk berposisi objektif dan tidak salah persepsi terkait keterlibatan PNS ataupun Perbekel.

Tak hanya itu,justru Supit berbalik menuding tindakan Panwaslu berlebihan memberikan pengawasan terhadap ASN dan Perebekel.Dan itu,katanya, berdampak pada sikap apatis ASN dan Perebekel terhadap politik.”Ini sudah berlebihan (Panwaslu,red).Dan hal ini akan berimbas pada tingkat partisipasi pemilih menjadi rendah.Mereka juga berhak mengetahui visi dan misi para calon maupun lebih mengenal calonnya.Panwas tidak berpikir sejauh itu,”ujarnya.

Sementara itu terkait rencana pemanggilan sejumlah perbekel yang diangap terlibat ikut kegiatan politik praktis,Ardana memastikan hari ini empat perbekel itu akan dipanggil namun dalam waktu yang berbeda.”Kami sudah kirimkan surat pemanggilan untuk dilakukan klarifikasi atas temuan Panwaslu terkait keberadaan mereka pada acar Deklarasi Koster-Ace.Jadwlanya besok (hari ini,red) sekitar pukul 10.00 wita,”jelasnya.

Sejumlah yang diminta memberikan klarifikasinya yakni,Perbekel Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Ketut Suka, Perbekel Desa Bukti,Kecamatan Kubutambahan, Gede Wardana, Perbekel Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Made Sutama, dan Perbekel Desa Tirtasari, Kecamatan Busungbiu,Gede Riasa.”Kalau pun mereka tidak datang besok kami masih punya waktu untuk melakukan pemanggilan ulang hingga batas waktu yang ditetapak,”tandas Sugi. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *