Pilkada Buleleng: Ketua Bawaslu Bali, “Soal Legitimasi Biarkan Masyarakat yang Nilai”

Foto Balieditor.com-frs: Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia (tengah)

Foto Balieditor.com-frs: Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia (tengah)

BALIEDITOR.COM – Fenomena baru dalam Pilkada Buleleng, Bali, 15 Februari 2017 lalu yakni Golput mengalahkan pemenang Pilkada, membuat semua pihak tercenggang. Ini lantaran pada pesta demokrasi masyarakat Buleleng anggka Golput mencapai 267.626 suara atau 45,53 persen. Sedangkan PASS (Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sujtjidra) hanya mendapat 214.825 suara dukungan atau sekitar 68,18 persen.

Ketua Bawaslu Provinsi Bali Ketut Rudia juga merasa heran dengan hasil Pilkada di Buleleng. Karena angka partisipasi pemilih sangat rendah hanya sekitar 54, 47 persen.

Baca Juga:  Catatan Ringan Redaksi: Raup Belasan Ribu Suara, Benarkah Caleg Terpilih Berbiaya Rp 0?

Bagaimana komentar anda tentang angka Golput yang melebihi angka suara yang diraih pemenang Pilkada Buleleng? “Kalau sesuai aturan Pilkada maka yang meraih suara terbanyak yang menang Pilkada,” jawab Rudia, Rabu (22/2/2017) di secretariat KPU Buleleng.

Apa ada legitimasi terhadap pemenang Pilkada yang kalah dari Golput? “Kalau soal legitimasi biarkan masyarakat yang menilai, tapi kalau aturan Pilkada maka yang meraih suara terbanyak yang menang Pilkada. Kalau soal Golput menang, saya no comment,” jawab Rudia sambil tertawa dan meninggalkan wartawan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *