Pilkada Buleleng: Perbekel Ashari Mangkir, Berdalih Lagi ke Jawa

Foto Balieditor.com-ngr: Sekretaris Panitia Jalan Sehat Sedang Diperiksa Panwaslih Buleleng

Foto Balieditor.com-ngr: Sekretaris Panitia Jalan Sehat Sedang Diperiksa Panwaslih Buleleng

BALIEDITOR.COM – Perbekel Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Muhammad Ashari ternyata tidak gentle. Ia mangkir dari panggilan Panwaslih Buleleng, Rabu (4/1/2017).

Ia hendak dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatannya dalam politik praktis yakni mengundang kandidat PASS membuka jalan sehat yang digelarnya, Sabtu (24/12/2016) lalu. Ashari terkesan menghindari panggilan Panwaslih dengan menyingkir ke Jawa.

Rabu (4/1/2017) sore hanya sekretaris panitia Jalan Sehat, Mohammad Kamil yang dimintai klarifikasi oleh Panwaslih Buleleng yang dilakukan Komisioner Panwaslih Buleleng, Putu Sugi Ardana, mulai pukul 17.00 wita. “Ya memang Ashari tidak memenuhi undangan dari kami untuk memberikan klarifikasi. Padahal, undangan sudah kami layangkan, secara tertulis,” kata Sugi Ardana.

Sugi Ardana mengatakan, ketidakhadiran Ashari telah disikapi Panwaslih Buleleng dengan melayangkan surat undangan kedua kalinya. Sugi Ardana pun berharap, agar disikapi secara serius.

“Kami sudah melayangkan undangan yang kedua kepada Ashari. Ashari harus memenuhi undangan yang kedua kami ini, untuk memberikan klarifikasi. Saya harap, Ashari bisa hadir,” jelas Sugi Ardana yang juga Dosen Hukum FH Unipas Singaraja ini.

Hingga Rabu (4/1/2017) Panwaslih Buleleng melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Buleleng, telah melakukan klarifikasi terhadap tiga orang saksi yakni LPM Desa Celukan Bawang, Hasan Basri, Gunawan sebagai Ketua Panitia Jalan Sehat Desa Celukan Bawang dan juga Sekretaris Panitia, Mohammad Kamil. Kini hanya tersisa Ashari, untuk dimintai klarifikasi.

Perbekel Ashari sebelumnya sudah dua kali diperingati oleh Panwaslih Buleleng, dan sempat mendapatkan peringatan dari Bupati Buleleng. Akibat ulah yang ketiga ini, Ashari kini terancam Tindak Pidana Pemilu (TPP), karena diduga telah melanggar Pasal 71 ayat (1) UU No. 10 Tahun 2016, yang sanksi larangan tersebut diatur dalam Pasal 188 dan Pasal 187 ayat (6). (ngr)

Foto Balieditor.com-ngr: PANWASLIH Buleleng, mendengarkan keterangan Kamil, dalam klarifikasi terkait dugaan Ashari terlibat kampanye salah satu paslon di Pilkada Buleleng 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *