Polemik Banjar Adat Kelodan vs Desa Dinas Jinengdalem: Kapolsek Minta Masalah ini Tak Ganggu Stabilitas Desa

Foto Istimewa: Kapolsek Wiranata bersama unsur Muspika Buleleng memediasi masalah di Jinengdalem

BALIEDITOR.COM – Kapolsek Singaraja Kompol AA Wiranata saat memberikan arahan intinya menyampaikan ucapkan terima kasih kepada krama banjar adat yang sudah menyikapi masalah ini dengan bijak.

Kapolsek Wiranata menghimbau agar permasalahan ini jangan sampai berdampak luas kepada keamanan dan mengganggu stabilitas Desa Jinengdalem. Ia menyatakan miskomunikasi antara krama dengan pihak desa dinas untuk diselesaikan dengan bijak.

Ia menilai, keberadaan BUMDes sangat bagus mestinya semua elemen masyarakat berjalan beriringan. Karena keberadaan BUMDes bertujuan mensejahterakan masyarakat semua. “Kehadiran saya kesini untuk mendampingi seluruh warga agar tidak terjadi apa apa, untuk Program Gerbang Sadu ini sangat bagus demi memajukan desa dan syaratnya harus ada lahan dan sampai saat ini sangat bagus bangunannya,” jelas Wiranata.

Meski lahan tersebut sudah dihibahkan namun dibalik itu terjadi kekisruhan yang mendalam di interen Banjar Adat Kelodan. Wiranata menyarakan untuk sementara waktu menunda dulu pembangunan itu. Kemudian menggelar paruman yang melibatkan seluruh tokoh baik adat maupun dinas Desa Jinengdalem.

Tujuannya, kata dia, untuk mencari solusi terbaik dan mengetahui sejarah sebenarnya. “Kita sarankan untuk menunda permasalahan ini, sebagian warga ngotot akan malu dengan orang luar Bali sehingga komunikasi diantara kita tidak nyambung dampaknya kita akan mengalami. BUMDes yang kita jalankan ini dan dibantu pemerintah kita tutup kita yg akan rugi. Cari solusi terbaik dan komunikasi yg bagus. Tidak ada krama banjar yang tidak mau desanya maju. Setiap kegiatan yang sifatnya mengatasnamakam krama harusnya diparumkan dulu sehingga krama mengetahui,” ujar Wiranata di hadapan krama Banjar Adat Kelodan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *