Polemik Caleg NasDem: Aneh, Komposisi 3:7 (10 Caleg), Kok KPU Vonis Kuota Perempuan Tak Terpenuhi?

Foto Balieditor.com-frs: Massa NasDem datangi Tritawan

BALIEDITOR.COM – Ini peringatan keras bagi KPU Bali! Bila kasus caleg NasDem untuk DPRD Bali dari Dapil 5 Buleleng, terus digoreng dengan alasan kekanak-kanakan, maka jangan salahkan massa NasDem Buleleng bereaksi keras alias anarkis.

Tanda-tanda itu sudah mulai muncul. Sebagai bukti, Jumat (17/8/2018) siang, perwakilan pendukung NasDem terutama caleg NasDem Nyoman Tirtawan di Kelurahan Kampung Anyar mulai mereaksi ulah inkonstitusional KPU Bali itu.

Perwakilan massa Kampung Anyar dipimpin Dewa Jack mendatangi Nyoman Tirtawan di kediamannya di Pemaron, Singaraja. Dewa Jack dan kawan-kawan menanyakan kasus pencekalan caleg NasDem untuk DPRD Bali dari Dapil 5 Buleleng oleh KPU Bali.

“Bos, bagaimana ini! Kami dengar cerita dan baca di media katanya bos mau dicoret. Kami sudah ditelpon untuk kirim pasukan mau demo ke KPU Bali. Sudah kali koling semua bos,” ujar Dewa Jack kepada Tirtawan yang baru pulang dari acara memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 73 di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Jumat (17/8/2018) siang.

Dewa Jack pun melakukan analisis jumlah caleg yang diajukan DPD NasDem Bali ke KPU Bali. Disebutkan, awalnya 12 Caleg diajukan dan pertanggal 31 Juli 2018 lalu semuanya dikatakan MS (memenuhi syarat). Perincian, dari 12 caleg itu terdiri atas 4 caleg perempuan dan 8 caleg laki-laki.

“Namun dalam perkembangan, ada kasak-kusuk, satu caleg perempuan ada masalah sehingga kemungkinan TMS (tidak memenuhi syarat). Maka atas saran atau rekomendasi KPU Bali, tanggal 6 Agustus saru cakeg laki mengundurkan diri,” ungkap Dewi Jack dalam pertemuan itu.

“Lucu kan? KPU Bali yang kasih rekom (rekomendasi, red) agar caleg laki satu mundur sehingga menjadi komposisi 7 banding 3. Sehingga kuota perempuan tidak berubah tetap 30 persen kok, KPU Bali sendiri menyatakan tidak lolos. Ini permainan apa ini? Apakah perlu kami balas atau lawan permainan KPU Bali ini?” tantang Dewa Jack.

Itu berarti, papar dia, caleg laki-laki menjadi tujuh orang dan caleg perempuan tetap 4 orang. Artinya, kuota caleg perempuan sudah melebihi 30 persen. “Sehingga tanggal 8 Agustus 2018 ketika KPU Bali melakukan pleno dan menyatakan satu caleg perempuan TMS, tidaklah masalah. Karena kuota perempuan 30 persen terpenuhi. Karena setelah caleg perempuan satu TMS maka jumlah caleg NasDem sebanyak 10 orang dengan rincian 3 caleg perempuan dan 7 caleg laki berarti kuota perempuan 30 persen terpenuhi,” papar Dewa Jack di-ya-kan Tirtawan.

Lalu dimana kuota perempuan tidak terpenuhi seperti diumumkan KPU Bali? “Kami masyarakat kecil minta agar KPU Bali jangan membodohi kami. KPU Bali hanya mengumumkan kuota perempuan TMS tanpa ada penjelasan. Itu arti melakukan pembohongan publik, telah membohongi kami rakyat. Kalau perbanding 3:7 (10) berarti kuota perempuan 30 persen terpenuhi. Kalau KPU Bali belum bisa hitungan persentasi ayo ke Buleleng kami ajari KPU Bali cara hitung persentasi. Atau minta bantuan sama kalkulator,” tandas Dewi Jack menyindir KPU Bali.

Sementara NyomanTirtawan meminta massa pendukung Nasdem di Buleleng untuk tenang karena dia yakni pasti memenangkan pertarungan melawan KPU karena sudh sesuai PKPU.

Vokalis DPRD Bali itu juga massa NasDem untuk menghormati proses mediasi iyang sedang dilakukan Bawaslu. “Tidak usah kita lakukan tindakan lain. Mari kita hormati proses mediasi yang sedang berjalan di Bawaslu,” ujar Tirtawan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *