Polemik LPD Gerokgak: Sudah Ada Kesepakatan Tim Inventarisasi-Pengurus LPD, Kembali Uang Nasabah 28 November 2018

Foto Balieditor.com-frs: Perwakilan nasabah diterima dewan

BALIEDITOR.COM – Menariknya, setelah penjelasan dari perwakilan para nasabah dan Antonius Sanjaya Kiabeni dari LSM Gema Nusantara (Genus), anggota Komisi III DPRD Buleleng, Bali, Putu Tirtha Adnyana yang didampingi Ketut Janayasa, SH, dan Gusti Nuaba, langsung bertindak.

“Saya akan lapor ke BK, biar BK bisa menengangi masalah ini karena Ketua Tim Inventarisasi Pak Ngurah Arya kebetulan anggota dewan,” ujar Tirtha dengan nada serius di hadapan perwakilan nasabah.

Tanpa banyak bicara, vokalis dewan dari Fraksi Golkar itu pun langsung mendatangi Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Buleleng I Gusti Made Artana. Begitu Tirtha masuk ke ruang Ketua BK, langsung bertemu dengan Ketut Ngurah Arya yang akrab disapa Arya Bodo itu.

Dalam pertemuan setengah tertutup itu, Tirtha langsung menanyakan Arya Bodo seputar persoalan yang disampaikan oleh perwakilan nasabah. Pembicaraan antara mereka berlangsung sekitar 7 menit.

Kemudian Arya Bodo pun keluar dari ruang Ketua BK bersama dua anggota dewan lain, sedang Tirtha kembali ke ruang Kabag Umum Setwan menemui massa perwakilan nasabah bersama Anton dari LSM Genus yang juga Ketua Seknas Jokowi Provinsi Bali itu.

Foto Balieditor.com-frs: Tirtha meninggalkan perwakilan nasabah dan menemui Ketua BK

Kepada perwakilan nasabah, Tirtha menjelaskan bahwa sesuai pengakuan Arya Bodo bahwa sudah ada kesepakatan antara Tim Inventarisasi dan pengurus LPD yang isinya menyebutkan pengurus LPD lama yang diduga menyalahguanakn uang nasabah akan melunasi seluruh uang nasabah pada tanggal 28 November 2018 mendatang.

“Katanya sudah ada kesepakatan, akan mengembalikan uang nasabah secara kekeluargaan pada tanggal 28 November 2018 nanti,” jelas Tirtha kepada massa perwakilan nasabah.

Anton yang dikenal dekat dengan Gubernur Bali terpilih DR Ir Wayan Koster, MM, pun langsung bereaksi. “Kalau begitu pertanyaan berikutnya, dimana surat kesepakatan itu?” tandas Anton.

“Katanya surat kesepakatan itu sudah dikasih ke Kelian Desa Pakraman Gerokgak yang lama,” jawab Tirtha.

Setelah itu, Anton dan massa perwakilan nasabah sepakat akan mendatangi Kelian Desa Pakraman lama untuk menanyakan kebenaran surat kesepakatan itu. “Kita akan datangi kelian desa pakraman yang lama Tanya surat kesepakatan itu,” sergah Anton. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *