Polemik Wantilan Sinalud: Perbekel, “Saya Bilang Tak Tanda Tangan, Program Bangun Wantilan Tak Jalan, Bukan Gaji Tak Cair”

Foto Balieditor.com-frs: Perbekel Sumanaya sedang memberikan keterengan pers di ruang kerjanya

Foto Balieditor.com-frs: Perbekel Sumanaya sedang memberikan keterengan pers di ruang kerjanya

BALIEDITOR.COM – Perbekel Desa Kayuputih (Kayuputih Melaka sebutan lama) Ketut Sumanaya yang menjelas jumpa pers di Kantor Perbekel Kayuputih, Senin (26/6/2017) siang, menanggapi berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Tudingan itu terkait polemik pembangunan Wantilan Desa Adat Sinalud, Desa Dinas Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

Salah satu tudingan yang ditanggapi Perbekel Sumanaya adalah saat dirinya mengeluarkan ancaman kepada BPD untuk menandatangani surat persetujuan pembangunan wantilan itu.

Perbekel Sumanaya mengakui bahwa dirinya pernah menyatakan bahwa bila surat persetujuan pembangunan wantilan di Desa Adat Sinalud tidak ditandatangani BPD sebagai perwakilan masyarakat Kayuputih, maka program pembangunan wantilan itu tidak akan jalan.

“Memang saya katakan kalau tidak ditandatangani BPD maka uangnya tidak cair. Uang yang saya maksudkan itu untuk program pembangunan wantilan, bukan gaji BPD atau gaji saya,” bantahnya.

Makanya, dia merasa aneh ketika pernyataan dia itu dijadikan komoditi politik untuk memojoknya.

Ia mengaku banyak didesak pendukungnya untuk melawan kelompok masyarakat yang tidak suka kepemimpinan dia sebagai Prebekel Kayuputih. Namun, ia sadar bahwa sebagai seorang pejabat, dia tidak boleh melawan warganya sendiri secara konfrontatif.

“Saya berusaha untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, walaupun banyak teman yang telpon saya agar saya lapor ke jalur hukum,” ujarnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini ia akan mengundang Wakil Ketua BPD Desa Kayuputih, Mangku Made Subadra, untuk menyelesaiakn secara kekeluargaan. “Setelah saya koordinasi dengan para tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat, disepakati akan mengundang wakil ketua BPD itu untuk menjelaskan apa sebenarnya maunya dia. Biar terbuka dan jelas,” papar Perbekel Sumanaya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *