Polisi Gerebek Aksi Balap Liar, Tangkap 1 Motor, Sisanya Kabur

Foto Balieditor.com-ngr: Polisi menangkap aksi balap liar

Foto Balieditor.com-ngr: Polisi menangkap aksi balap liar

BALIEDITOR.COM – Marak aksi balap liar oleh para remaja brandal di Kota Singarja, Kabupaten Buleleng, Bali, akhir-akhir ini membuat polisi geram. Karena aksi balap liar di Jalan Ngurah Rai, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Kartini Singaraja itu dikeluhkan warga Kota Singaraja, akhirnya polisi pub beraksi.

Sabtu (2/9/2017) malam saat para remaja brandal itu kembali menggelar aksi balap liar di sejumlah jalan disebutkan di atas itu, polisi pun langsung melakukan penggerebek terhadap mereka.

Jalan pertama yang disasar polisi adalah JalanKartini. Beberapa remaja brandal ditemukan sedang melakukan aksinya. Bgeitu mengetahui polisi datang, para remaja brandal itu pun kabur.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Merenggek Minta Komnas PA Pertimbangkan Cabut Penghargaan KLA

Kemudian polisi menyasar lagi jalan-jalan yang lain seperti Jalan Dewi Sartika dan Jalan Ngurah Rai. Polisi pun mengamakan empat pelanggar dan satu buah sepeda motor.

Kasatlantas Polres Buleleng, AKP Adi Sulustyo Utomo mengatakan, kegiatan remaja yang menggunakan jalan umum dengan aksi kebut-kebutan dan aksi free style memang sangat meresahkan masyarakat. Sehingga, sambung dia, dari keresahan masyarakat itu anggota langsung turun menindak para remaja yang melakukan aksi liar di jalan.

“Kami melaksanakan patroli di titik-titik rawan tempat berkumpulnya kelompok anak muda di pinggir jalan. Kami juga memberikan tindakan tegas kepada mereka, yang terbukti melanggar lalu lintas dijalan. Kami rutin memantau setiap kelompok anak muda yang berada dijalan umum, sehingga dapat diketahui titik titik rawan lokasi jalan yang berpotensi terjadi pelanggaran,” kata Adi Utomo, Mingggu (3/9/2017).

Baca Juga:  Rumah dan 4 Sepeda Motor Milik Armika Hangus Terbakar

Kata Adi Utomo, selama kegiatan ini ada sebanyak 4 pelanggaran yang diamankan. Keempat pelanggar itu terdiri atas dua pelanggar tanpa SIM, tanpa surat-surat kendaraan, dan ada tanpa helm. Sementara barang bukti yang disita yakni STNK 2 lembar, SIM 1 lembar dan 1 unit sepeda motor.

“Setiap pelanggar yang terbukti bersalah, sudah kami tilang untuk kemudian diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Adi Utomo. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *