Politik: Di Buleleng Karangan Bunga Simpati untuk NasDem, KPU Disuruh Belajar Berhitung Lagi

Foto Balieditor.com-frs: Panel dukungan terhadap Caleg NasDem yang dicoret KPU Bali

BALIEDITOR.COM – Aksi akrobatik KPU Bali yang mencoret semua caleg NasDem untuk DPRD Bali dari Dapil 5 Buleleng terus memaantik reaksi negative dari public. Reaksi ini mulai dari hujatan terhadap KPU Bali baik di medsos maupun di cerita-cerita ringan di warung kopi di Buleleng.

Menariknya, tadi pagi ada sejumlah simpatisan yang mengirim karangan bunga dalam bentuk panel dikirim ke DPRD Buleleng di Jalan Veteran No.2 Singaraja. Dua panel bunga yang dikirim dan dipasang di pintu masuk belakang gedung utama DPRD Buleleng.

Panel tersebut berisikan tulissan “SAVE CALEG NASDEM PROVINSI DAPIL 5 BULELENG”, “Selamat Demokrasi di Buleleng dan Keterwakilan Perempuan Caleg NasDem di Buleleng”. Lalu dibawahnya tertera tulisan SIMPATISAN PARTAI NASDEM.

Dua panel juga dipasang di depan Kantor KPU Buleleng di Jalan A Yani Singaraja. Isi tertulis, “KPUD Bali Jangan Halang Hak Konstitusi Kami”, “Save Caleg NasDem Dapil 5 Buleleng”. Panel-panel itu dikirim oleh konstituen NasDem Desa Sudaji.

Sementara itu, komentar pedas datang dari aktivis LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK), Gede Suardana. Ia dengan jengkel menyatakan bahwa komisioner KPU Bali disuruh belajar lagi berhitung. Karena, menurut dia, cale NasDem untuk Bali dari Buleleng sebanak 10 orang dengan perincian 7 laki-laki dan 3 perempuan.

“Apakah 3 caleg perempuan dari 10 caleg, dan 7 caleg laki-laki, keterwakilan kuota perempuan kurang dari 30 persen? KPU kalau belum bisa berhitung belajar duli berhitung sebelum menghitung kuota perempuan 30 persennya NasDem,” kritik Suardana.

Suardana kembali menegaskan, “KPU Bali betul-betul perlu belajar berhitung. Yang sangat simple dan sangat jelas saja dibikin rumit dan dikaburkan. Mundur semua atau pecat semua komisioner KPU Bali yang tidak bisa bekerja.”

Sejumlah warganet alias netizen juga memberikan komentar pedas terhadap sikap kekanak-kanakan KPU Bali yang cenderung ingin membalas dendam terhadap NasDem karena kader NasDem di DPRD Bali Nyoman Tirtawan yang berhasil memangkas dana Pilgub Bali 2018 sebesar Rp 98 miliar itu.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa gara-gara 1 bacaleg, kok kesemuabacaleg digugurkan? Ada apa dengan KPU? Jeg demooooo…,” cuit seorang netizen di FB Gede Buyung Gadang. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *