Politik: Hasil Mediasi Gerindra vs KPU, Masih “Disembunyikan” Bawaslu

Foto Balieditor.com-ngr: Kader Gerindra berteriak kegirangan usai mediasi di Bawaslu

BALIEDITOR.COM – “Perang” antara Partai Gerindra versus KPU Buleleng yang berlabuh ke meja Bawaslu Kabupaten Buleleng, mulai dilakukan memdiasi, Jumat (5/10/2018).

Mediasi yang digelar pukul 15.00 sampai dengan pukul 16.30 wita tertutup untuk umum dan dihadiri pemohon Ketua DPC Partai Gerindra Buleleng Jro Ray Yusha bersama jajarannya serta termohon Ketua KPU Buleleng Gede Suardana dan jajarannya.

Tiga mediator dari Bawaslu Buleleng yakni Sugi Ardana, Kadek Carna Wirata, serta Wayan Sudira dari Bawaslu Buleleng, juga hadir Komisioner Bawaslu Bali, Ketut Rudia, dari KPU Bali dihadiri Gede Jhon Darmawan

Kendati berlangsung alot namun hasil kupinh-kupingan Balieditor.com menyebutkan bahwa sudah ada kata sepakat antara kedua kubu yang bertikai. Sayang, Bawaslu Buleleng belum mau buka hasil mediasi kepada public. Ada kesan Bawaslu masih “menyembunyikan” hasil mediasi tersebut.

Kendati tertutup untuk umum namun Balieditor.com mengikuti jalannya mediasi itu di luar ruang mediasi. Dalam mediasi itu, dari pihak mediator sempat melakukan skorsing selama 30 menit.

Dari informasi dihimpun, skorsing itu dilakukan untuk upaya termohon KPU Buleleng melakukan diskusi internal, dan dari pemohon DPC Gerindra dipersilahkan menunggu diluar. Setelah 30 menit berlalu, pengurus Gerindra Buleleng kembali memasuki ruangan mediasi.

Beberapa waktu kemudian, Bendahara DPC Gerindra Buleleng yang juga anggota DPRD Buleleng, Kadek Widana alias Cawi yang keluar dari ruangan mediasi sambil berteriak “Hidup Gerindra”, yang disambut suka cita pengurus lainnya yang menunggu diluar.

Konon dari beberapa jajaran pengurus DPC menyebutkan, bahwa permohonan Gerindra Buleleng bisa mengikuti Pemilu 2019 dikabulkan dalam mediasi tersebut. Artinya, 45 Caleg Gerindra yang bakal bertarung merebut kursi DPRD Buleleng dan sebelumnya dicoret, kemungkinan memiliki peluang keluar dari lubang jarum. Ketua DPC Gerindra Buleleng, Ray Yusha ketika dikonfirmasi masih enggan berkomentar tentang hasil mediasi yang dimenangkan Gerindra. “Semua berjalan baik, nanti Senin kami konferensi pers. Yang jelas, sekarang sudah dimediasi oleh Bawaslu Buleleng,” ujar Ray Yusha yang juga sebagai Caleg Provinsi Bali dapil Kabupaten Buleleng dari Gerindra, usai mediasi.

Sementara Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana mengatakan, KPU Buleleng sudah mengikuti proses dan mediasi di Bawaslu Buleleng. Apapun keputusan nantinya yang dikeluarkan Bawaslu Buleleng, Suardana mengaku, akan mengikuti.

“Semua kami sampaikan tadi, pemohon juga. Tapi tetap seperti itu, ya kami serahkan ke Bawaslu. Tunggu saja keputusan dari Bawaslu,” kata Suardana.

Bagaimana komentar Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana? Pria yang juga staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja itu menjelaskan, dari Bawaslu sudah memfasilitasi pihak pemohon (Gerindra Buleleng) dan termohon (KPU Buleleng), dalam mediasi tersebut.

Kata Sugi Ardana, dalam mediasi itu masing-masing pihak mengeluarkan argumen untuk berdiskusi. Hasil diskusi itu, telah dituangkan salan berita acara. Meksi begitu Sugi Ardana menegaskan, untuk hasil keputusan Bawaslu Buleleng akan disampaikan Senin (8/10/2018) nanti, apakah mengabulkan permohonan pemohon atau tidak.

“Dari berita acara itu kami ambil keputusan, dikabulkan atau tidak. Hari Senin saya sampaikan langsung,” pungkas Sugi Ardana. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *