Politik: Massa NasDem Buleleng Kepung DPW Bali, Desak Pecat Somvir

Foto Ist: Ratusan massa NasDem Buleleng kepung Sekretariat DPW NasDem Bali dan mendesak pecat Somvir

BALIEDITOR.COM – Janji massa NasDem untuk mengepung Sekretariat DPW Partai NasDem Bali saat digelar sidang mahkamah partai dengan agenda mengadili Caleg DPRD Bali terpilih dari NasDem Buleleng, DR Somvir, Senin (19/8/2019), terbukti.

Ratusan massa NasDem pendukung enam Caleg NasDem Buleleng untuk DPRD Bali yang gagal, benar-benar mengepung Sekretariat DPW NasDem Bali di Jalan Tukad Batanghari No 7 Renon, Denpasar.

Massa NasDem yang dipimpin Ngurah Fajar Kurniawan itu datang dengan 15 kendaraan minibus dengan membawa sejumlah spanduk. Massa NasDem Buleleng mendesak DPW NasDem Bali untuk memecat DR Somvir dari keanggotaan Partai NasDem.

Sidang perdana sengketa internal Partai NasDem Buleleng pasca-Pileg 2019 ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Dewan Kehormatan Partai NasDem, Gantiya Koespradono (DPP Partai NasDem), didampingi Wakil Ketua Majelis Hakim I Wayan Karta, SH, dan Agung Astawa serta anggota Deni Varindra.

Tampak hadir dalam sidang termohon, DR Somvir, calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem yang terpilih pada Pileg 2019. Hadir pula keenam calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem, selaku pemohon. Keenam caleg yang mengadukan Somvir masing-masing adalah I Made Teja, SSos, Nyoman Mudita, Nyoman Tirtawan, I Gusti Ngurah Wijaya Kusuma, I Made Arjaya, dan Made Westra.

“Intinya, kami meminta agar pecat DR Somvir dari keanggotaannya di Partai NasDem. Apa yang dilakukan DR Somvir selama kampanye Pileg 2019, sangat tidak beretika serta melanggar aturan yang ada. Jangan lagi ada kader seperti itu di Partai NasDem,” desak Ngurah Fajar Kurniawan, kader NasDem Buleleng, yang menjadi korlap demo kali ini.

Vokalis NasDem Buleleng itu mengungkapkan bahwa banyak dugaan pelanggaran yang dilakukan Somvir selama masa kampanye Pileg 2019. Mulai dari dugaan money politics, pelibatan anak di bawah umur hingga laporan dana kampanye sebesar Rp 0 oleh Somvir.
“Apa benar caleg kampanye tanpa dana sama sekali? Ini tidak masuk akal. Ini fatal. Dalam laporan dana kampanyenya, Somvir justru melaporkan nol rupiah dana kampanye. Ini melanggar ketentuan yang ada,” tandasnya.

Selain berorasi, mereka juga membawa sejumlah spanduk. Spanduk-spanduk tersebut di antaranya berisi tulisan ‘Somvir Merusak Demokrasi Dengan Money Politic’ hingga ‘LPPDK Nol! Spiritualis Dusta’.

Ratusan massa yang dating sejak pukul 11.30 wita dengan membawa sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan, memilih duduk berkumpul di lobi Sekretariat DPW NasDem Bali karena sidang mahkamah partai berlangsung secara tertututp.

Sidang yang seoygyanya dimulai pukul 13.00 wita, sempat molor 30 menit. Ini lantaran termohon DR Somvir datang terlambat. Akhirnya sidang baru selesai sekitar pukul 16.00 wita. Massa tetap sabar menunggu sidang sampai selesai.

Usai sidang perdana Mahkamah Partai berlangsung, aksi para pendukung keenam caleg NasDem ini juga diakhiri. Aksi ini tampak berlangsung tertib. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *