Politik: Nasib Somvir di Ujung Tanduk, Terungkap Somvir Setor Mahar Rp 130 Juta ke DPW NasDem Bali

Foto Ist: Terungkap dalam sidang, Somvir berikan mahar politik kepada Ketua DPW NasDem Bali

BALIEDITOR.COM – Kendati sidang mahkamah partai yang mengadili termohon DR Somvir, caleg DPRD Bali dari NasDem Buleleng, Senin (19/8/2019) tertutup, namun Balieditor.com mendapat sedikit bocoran tentang pengungkapan dosa-dosa Somvir oleh para pemohon.

Salah satu dosa yang dilakukan bersama Somvir dan DPW Partai NasDem Bali terutama Ketua DPW NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa, adalah adanya pemberian mahas politik oleh termohon Somvir kepada DPW terutama Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa.

“Nasib Somvir di ujung tanduk. Pemberian mahar Rp 130 juta oleh Somvir kepada DPW NasDem Bali diungkap Pak Tirtawan tadi dalam sidang. DR Somvir bungkam,” ungkap sumber terpercaya kepada Balieditor.com, Senin (19/8/2019) malam.
Ini membenarkan isi seleberan yang diterima Balieditor.com Senin (19/8/2019) pagi yang antara lain berbunyi bahwa usulan pemecatan bagi IB Oka Gunastawa sebagai Ketua DPW Partai NasDem Bali dan DR Somvir sebagai kader Partai NasDem karena diduga kuat telah melakukan mahar politik.

“DR Somvir memberikan Rp 130 juta kepada Ketua DPW, Oka Gunastawa, saat Somvir ada masalah laporan di Bawaslu karena tidak membuat laporan pemasukan dan pengeluaran dana kampanye sama sekali (ancaman pidana 2 tahun penjara),” bunyi surat selebaran itu.

Bukan hanya itu, selebaran itu juga malah mengungkapkan sejumlah dosa Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa. Disebutkan bahwa Oka Gunastawa tidak pernah membuat laporan pertanggungjawaban keuanhan partai. Di antaranya uang dari DPP Partai NasDem sebesar Rp 150 juta per bulan, uang bantuan parpol yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, serta sumbangan dan pinjaman dari para kader mencapai ratusan juta rupiah.

Koordinator massa, Ngurah Fajar Kurniawan mengaku dirinya kecewa karena sidang harus ditunda lagi sampai Rabu tanggal 28 Agustus 2019 mendatang. “Saya bersama kader akan tetap mengawal sidang mahkamah partai sampai tuntas,” tegas Fajar.

Sementara itu, salah satu hakim sidang mahkamah partai, Wayan Karta mengtatakan bahwa hakim memberikan kesempatan kepada kedua pihak yang bersengketa untuk mempelajari tuntutan pemohon dan jawaban termohon. “Sidang akan kembali dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 28 Agustus 2019 mendatang. Agendanya mendengar penjelasan kedua belah pihak,” jelas Karta. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *