Politik: PKPI dan PKS Tidak Mendaftar Bacaleg ke KPU Buleleng

Foto Balieditor.com-frs: Hanura berpose bersama setelah mendaftar Bacaleg ke KPU Buleleng

BALIEDITOR.COM – Dua partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 tidak mendaftar ke KPU Kabupaten Buleleng, Bali.

Hingga pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) ditutup Selasa (17/7/2018) pukul 24.00 wita, dua parpol yang enggan mendaftar bacaleg ke KPU Buleleng adalah PKPI dan PKS.

Ini artinya dari 16 parpol yang terdaftar di KPU Buleleng, hanya 14 parpol secara resmi sudah menyerahkan kelengkapan administrasi bacaleg untuk mendaftar, sedangkan 2 parpol tidak mendaftar.

Ke-14 parpol yang resmi mendaftar adalah Perindo (45 bacaleg), PSI (41 bacaleg), Gerindra (45 bacaleg), Garuda (28 bacaleg), PAN (19 bacaleg), Berkarya (43 bacaleg), PPP (12 bacaleg), PKB (11 bacaleg), PBB (3 bacaleg), PDIP (45 bacaleg), NasDem (45 bacaleg), Demokrat (45 bacaleg), Hanura (45 bacaleg), Golkar (45 bacaleg).

Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Gede Suardana mengatakan, mendaftar atau tidak parpol dalam proses pendaftaran bacaleg untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti merupakan hak dan kewenangan dari parpol itu sendiri. KPU Buleleng, kata Suardana, mencatat ada 2 parpol yang tidak mendaftarkan bacaleg mereka sampai batas waktu ditentukan.

“Padahal kami sudah lakukan sosialisasi kepada mereka (parpol tidak mendaftar, red), dan mereka sudah ikut sosialisasi, komunikasi kami lakukan, informasi dalam grup sudah kamiblakukan. Tapi mendaftar atau tidak, itu kan kebijakan ada di parpol itu sendiri,” kata Suardana, Rabu (18/7/2018) siang.

Dengan telah ditutupnya pendaftaran bacaleg, maka untuk Pileg 2019 nanti di Kabupaten Buleleng hanyaakan diikuti oleh 14 parpol saja. Kini pasca menerima kelengkapan administrasi bacaleg dari masing-masing parpol, KPU Buleleng mulai melakukan tahap verifikasi untuk meneliti keabasahan dokumen yang diserahkan, dengan batas waktu hari ini (kemarin, red).

“Verifikasi meneliti keabsahan dokumen dari bacaleg. Misalnya, ijasah dan atau ada tidaknya surat keterangan dari pengadilan bahwa yang bersangkutan tidak pernah tersangkut pidana. Kami juga mengecek nama yang tertera di KTP dengan dokumen pendukung yang ada,” jelas Suardana.

Verifikasi itu dilakukan terhadap total 472 bacaleg dari 14 parpol yang telah mendaftar dan tersebar di 6 Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Buleleng. Usai dilakukan verifikasi, sambung Suardana, hasil penelitian itu akan dituangkan dalam Berita Acara Hasil Penelitian yang diberikan kepada masing-masing parpol pada 21 Juli nanti.

Setelah itu, pada 22 Juli sampai dengan 31 Juli, setiap parpol akan melengkapi berkas-berkas perbaikan berdasarkan berita acara yang diberikan KPU Buleleng. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *