Politik: Somvir dan Ketua Bawaslu Buleleng Dilaporkan ke Kapolri

Foto Balieditor.com-frs: Somvir saat di kantor Bawaslu Buleleng

BALIEDITOR.COM – Caleg NasDem Buleleng untuk DPRD Bali, DR Somvir dan Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana, SH, MH, tidak bisa tidur nyenyak.

Pasalnya keduanya kembali dilaporkan ke Kapolri oleh masyarakat Buleleng. Adalah aktivis LSM FPMK Buleleng, Gede Suardana, S.Farm, Apt, yang melapor keduanya ke Kapolri.

Somvir dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan pembohongan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye caleg DPRD Bali.

Sedangkan Putu Sugi Ardana sebagai Ketua Bawaslu Buleleng dituduh telah menyalahgunakan kewenangan.

“Izinkanlah kami melaporkan tindak pidana praktik politik uang dan tindak pidana pelibatan anak-anak WNI yang tidak memiliki hak memilih dalam Pemilu, serta kebohongan atas laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang dilakukan oleh DR Somvir caleg DPRD Bali dari Partai NasDem Dapil Bali 5 (Kabupaten Buleleng nomor urut10, dan dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng,” tulis Suardana dalam laporannya kepada Kapolri tertanggal 20 Mei 2019.

Baca Juga:  SURYA 2017: Sembahyang Bersama di Merajan Dadia Dalem Sagening Desa Pamoran

Kemudian secara rinci, Suardana membeberkan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan oleh Somvir dan Putu Sugi Ardana.

Dosa-dosa kedua terlapor yang diungkapkan Suardana kepada Kapolri secara urutan sebanyak 9 poin. Antara lain pada masa kampanye Somvir telah melakukan pelanggaran pidana pemilu berupa praktik politik uang secara TSM.

“Serta pelanggaran kampanye yaitu melibatkan anak-abak WNI yang tidak memiliki hak memilih dengan memberikan imbalan uang kepada anak-anak masing-masing Rp 100.000, alat peraga kampanye seperti kartu nama DR Somvir Caleg DPRD Bali, specimen surat suara, dan stiker atas nama DR Somvir Caleg DPRD Bali,” beber Suardana.

Bagaimana dengan dosa-dosa Ketua Bawaslu Putu Sugi Ardana? Suardana pun secara panjang lebar membongkar dosa-dosa dosen Fakultas Hukum Unipas Singaraja itu. Antara lain tidak mencantumkan barang bukti uang Rp 500.000 dalam tanda bukti penerimaan laporan Nomor 01/LP/PL/17.03/IV/2019.

Baca Juga:  Virus Corona: Ketua Fraksi Demokrat DPRD Buleleng Berbagi dengan Lansia di Seririt

“Bahwa dari uraian di atas, maka terlihat sangat jelas DR Somvir telah melakukan tindak pidana Pemilu berupa praktek politik uang, melibatkan anak-anak WNI yang tidak memiliki hak memilih serta melakukan kampanye pada masa tenang serta melakukan pembohongan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK),” ungkap Suardana.

Di akhir laporannya, Suardana meminta Kapolri untuk melakukan tindakan hukum terhadap DR Somvir dan Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana, SH, MH.

“Kami sangat berharap agar Bapak Kapolri segera melakukan tindakan hukum terhadap DR Somvir beserta Ketu bawaslu Kabupaten Buleleng, apabila diperlukan kami sangat bersedia untuk memberikan keterangan tambahana,” pungkas Suardana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *