Politik: Somvir Digugat ke Mahkamah Partai NasDem

Foto Dok Balieditor.com: DR Somvir yang digugat ke Mahkamah Partai NasDem

BALIEDITOR.COM – Gagal di Bawaslu Kabupaten Buleleng, Bali, tidak membuat kubu lawan politik DR Somvir patah semangat atau menyerah.

Malah kini melangkah lebih jauh lagi untuk membuktikan tuduhan money politik yang dialamatkan kepada Somvir.

Dua kader Partai NasDem Buleleng melayangkan gugatan terhadap DR Somvir ke Mahkamah Partai NasDem di Jakarta dengan tuduhan tindak pidana praktik politik uang dan pelanggaran kampanye.

Bukan hanya itu, Somvir juga dituduh telah melakukan pembohongan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye ( LPPDK).

Adalah Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Sukasada, I Made Teja, S.Sos, dan Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Busungbiu, I Nyoman Kaler, yang melayangkan keberatan dan gugatan terhadap Somvir ke Mahkamah Partai NasDem di Jakarta. Gugatan NasDem Buleleng itu tertanggal 20 Mei 2019.

Baca Juga:  Kunker ke Banyuwangi: DPRD Banyuwangi Punya Gedung Press Room Dua Lantai

Dasar atau alasan Teja dan Kaler mengajukan gugatan antara lain mengungkapkan bahwa pada masa kampanye Pemilu 2019 yang berlangsung dari tanggal 23 September 2018 sampai dengan tanggal 13 April 2019, dan masa tenang dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 16 April 2019, tergugat DR Somvir telah melakukan pelanggaran pidana Pemilu berupa praktik politik uang secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM), serta pelanggaran kampanye.

“Pelanggaran pidana Pemilu berupa praktik uang secara TSM dan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh tergugat tidak hanya menyasar para pemilih, bahkan menyasar juga anak-anak di bawah umur,” urai penggugat dalam surat gugatannya.

Baca Juga:  Birokrasi: BKPSDM Siapkan Rapat Panitia Seleksi

Dalam gugatan itu, para penggugat juga mengungkapkan bahwa tergugat di masa kampanye juga melakukan pelanggaran kampanye dengan melibatkan anak-anak di bawah umur dalam kampanye.

“Dalam laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) pencatatan penerimaan dan pengeluaran caleg DPRD Bali, tergugat tidak menyajikan semua penerimaan dan pengeluaran dana kampanye dalam bentuk uang, barang dan jasa, sebagaimana diatur dalamPKPU,” urai penggugat.

Penggugat meminta Mahkamah Partai NasDem untuk memberhentikan terlapor atau tergugat DR Somvir selamanya sebagai anggota dan atau pimpinan partai. “Memerintahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat dan Pimpinan setempat untuk menindaklanjuti putusan ini,” pinta penggugat. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *