Politik: Tirtawan Cs Minta Mahkamah Partai Fokus Pelanggaran Etik

Foto Dok Balieditor.com: Nyoman Tirtawan, salah satu pemohon sengketa internal NasDem

BALIEDITOR.COM – Sidang lanjutan sengketa internal Partai NasDem Buleleng, kembali dilanjutkan, Rabu (28/8/2019) siang. Mahkamah Partai NasDem menggelar sidang lanjutan itu di Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali Jalan Tukad Batanghari Denpasar.

Sidang mahkamah partai dengan termohon DR Somvir , caleg terpilih DPRD Bali versus enam caleg lainnya itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Mahkamah Partai NasDem Gantiya Koespradono (DPP Partai NasDem).

Termohon DR Somvir hadir langsung di sidang tersebut. Begitu pula keenam calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem, selaku Pemohon, juga hadir. Mereka adalah I Made Teja, S.Sos, Nyoman Mudita, Nyoman Tirtawan, I Gusti Ngurah Wijaya Kusuma, I Made Arjaya, dan Made Westra.

Tak ada penjelasan dari majelis hakim usai sidang kedua ini. Saat dikonfirmasi wartawan soal jalannya sidang maupun hasilnya, mereka memilih tutup mulut dan meninggalkan Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali.

Sementara itu para pemohon mengharapkan majelis hakim untuk fokus pada pelanggaran kode etik yang dilakukan termohon Somvir dalam sengketa ini. Majelis hakim diminta untuk tidak lagi menggiring persoalan ini ke urusan perselisihan suara.

“Masalah perselisihan suara itu domainnya Mahkamah Konstitusi. Dan itu sudah lewat. Sekarang ini, fokusnya adalah persoalan pelanggaran kode etik, pelanggaran AD/ART dan Peraturan Organisasi. Itu seharusnya yang menjadi perhatian Majelis Hakim,” tegas Nyoman Tirtawan, salah satu pemohon, usai sidang.

Vokalis Renon (lokasi gedung DPRD Bali, red) ini, ada banyak pelanggaran etika yang dilakukan termohon Somvir, sehingga pihaknya melayangkan gugatan ke Mahkamah Partai. Di antaranya adalah soal dugaan money politics yang dilakukan Somvir selama masa kampanye. Somvir juga terbukti, sebagaimana pengakuan saksi, mengerahkan anak di bawah umur saat kampanye hingga pemungutan suara.

“Ketika masalah money politics ini kita persoalkan, Somvir tidak pernah melakukan pembelaan dan langkah hukum. Ini janggal. Semestinya Somvir harus elegan, sehingga publik tahu,” tandas Tirtawan, yang didampingi kelima pemohon lainnya.

“Dalam sidang kali ini, juga ada tiga saksi yang bersaksi soal money politic yang dilakukan Somvir. Kita sebenarnya hadirkan pula saksi anak di bawah umur, tetapi tidak diizinkan oleh majelis hakim,” ungkap anggota DPRD Provinsi Bali ini.

Mencermati hal ini, Tirtawan menegaskan, apa yang dilakukan pihaknya adalah dalam rangka menjaga marwah partai. Sebab apa yang dilakukan Somvir, sudah menghancurkan roh Partai NasDem, sebagai tanpa mahar.

“Apa yang kami lakukan adalah menjaga marwah partai. Ini juga fungsi dan tugas Mahkamah Partai. Karena itu, sebagaimana permohonan kami, majelis hakim Mahkamah Partai NasDem diharapkan memutuskan perkara ini seadil-adilnya, demi marwah partai. Siapa lagi yang bisa menghargai dan menjaga kehormatan partai, jika bukan Mahkamah Partai,” tegas Tirtawan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *