Polres Tarik Kasus Upal, Labfor Uji Keaslian 28 Lembar Upal Rp 100 Ribuan

Foto Balieditor.com-frs: Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya

BALIEDITOR.COM – Kasus uang palsu (upal) yang diterima salah satu nasabah Bank BRI Unit Seririt, beberapa waktu lalu, terus bergulir.

Berbagai spekulasi dan dugaan mencuat di publik. Bahkan dugaan keterlibatan oknum di internal bank maupun adanya dugaan rekayasa terkait laporan soal upal itu pun menjadi cerita di warung-warung.

Untuk menghindari adanya kesimpang siuran lebih jauh,Polres Buleleng mengambil alih penanganan kasus itu dari Polsek Seririt.

Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya,Jumat (12/7/2019) menjelaskab, kasus laporan upal yang sebelumnya ditangani Polsek Seririt telah diambil alih oleh Sat Reskrim Polres Buleleng. Karena, sambung dia, kasus tersebut bersentuhan dengan instansi lain.

”Karena ini menyangkut upal dan instansi lain maka yang tadinya ditangani Polsek Seririt,kita alihkan penanganan ke Polres Buleleng,”jelas Sumarjaya kepada wartawan di press room Polres Buleleng.

Sejak dilaporkan Senin (8/7) lalu, kasus dugaan upal itu masih dalam tahap proses penyelidikan. Dalam tahap ini sedang dilakukan pendalaman untuk memastikan uang yang dilaporkan palsu memang benar-benar palsu. Selanjutnya, menurut Sumarajaya, tim penyidik akan fokus pada asal usul upal hingga bisa berproses dalam transaksi di BRI Unit Seririt.

”Kita sedang pendalaman,mencari benar-benar tempat dimana dapat uang ini termasuk waktunya kapan upal itu diperoleh. Itu memerlukan ketarangan dari saksi-saksi,” ujarnya.

Terkait jumlah lembaran upal yang dilaporkan, Sumarjaya mengatakan, sesuai laporan sebanyak 28 lembar pecahan Rp 100 ribu-an yang terselip dalam bendelan uang yang diterima dari teller bank.

”Tapi ini belum dipastikan uang palsu,baru diduga.Dan nanti yang menentukan asli atau palsu adalah ahli dari laboratorium forensik.Dan pihak penyelidik akan mengambil tindakan itu untuk memastikan kebenarannya,” imbuh Sumarjaya.

Menariknya,dalam keterangan Sumarjaya,disebutkan, pelapor melakukan pencairan sebesar Rp 50 juta pada Rabu (26/6/2019) di BRI Unit Seririt. Setelah itu, pelapor sempat keluar dari bank untuk membeli BBM disalah satu SPBU dengan mengunakan uang yang diterima dari teller bank. Hanya saja, uang tersebut ditolak oleh pihak SPBU sehingga yang bersangkutan kembali ke bank untuk menukar dengan yang asli. ”Pihak bank menerima dan mengganti kembali uang yang diduga palsu itu,”terang Sumarjaya.

Setiba di rumah oleh pelapor kembali dicek lembaran yang diterima dan bermaksud menukar kembali ke bank namun ditolak karena telah melebihi batas waktu.

”Ditolak bank karena limit waktu telah lewat. Berkas sudah diterima Sat Reskrim Polres Buleleng dan semua bukti laporan berupa dugaan 28 lembar upal akan diperiksa oleh pihak labfor,” tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *