Profil: Ketut Ngurah Arya, Kader Fenomenal PDIP dari Gerokgak

Foto Ist: Ketut Ngurah Arya bersama istri tercintanya usai pelantikan di gedung DPRD Buleleng 15 Agustus 2019 lalu

BALIEDITOR.COM – PESTA demokrasi 2019 ini bukan hanya melambungkan nama PDIP di Pulau Dewata sebagai parpol penguasa, tetapi juga muncul fenomena kader PDIP dalam hiruk-piruk gawe politik lima tahunan ini.

KETUT NGURAH ARYA-lah kader fenomenal PDIP itu. Politisi kelahiran Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, itu layak disematkan julukan “Kader Fenomenal” karena ia mencatat sejumlah prestasi dan rekor di kalangan kader PDIP di Bumi Panji Sakti itu.

Politisi berkumis kelahiran 23 Maret 1974 itu sangat berperan besar dalam kemenangan PDIP dalam beberapa gawe politik di Buleleng dan Bali serta nasional. Puncaknya, dalam Pemilu legislative 17 April 2019, Ngurah Arya tampil gemilang nan perkasa. Ia berhasil mengumpulkan suara terbanyak 7.829 dari Dapil 4 Kecamatan Seririt-Gerokgak.

Politisi murah senyum ini pun mencatat sejarah baru bagi kawasan Gerokgak terutama Desa Gerokgak dalam dunia politik terutama di PDIP. Dengan prestasi gemilang dan keberhasilan meraup suara terbanyak di antara 18 anggota FPDIP periode 2019-2024 bahkan peraih suara terbanyak di antara 45 anggota DPRD Buleleng periode 2019-2024, maka Ngurah Arya diberi penghargaan oleh partai berupa dua jabatan prestisius yakni sebagai Bendahara DPC PDIP Kabupaten Buleleng dan sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng periode 2019-2024.

Ini merupakan sejarah karena baru kali ini kader PDIP dari Gerokgak diberi kepercayaan menjabat dua jabatan penting sekaligus. “Baru pertama kali kader PDIP dari Gerokgak bisa jabatan Bendahara DPC PDIP dan juga Ketua Fraksi PDIP di dewan. Ini Baru saya yang bisa menjabat dua jabatan sekaligus. Ini adalah kebanggaan masyarakat dan pendukung PDIP Gerokgak,” ujar Ngurah Arya serius.

Bukan hanya itu, terpilihnya kembali Ngurah Arya sebagai anggota dewan untuk kedua kalinya juga merupakan sebuah catatan prestasi tersendiri dalam perjalanan politik para politisi di Desa Gerokgak. Ia merupakan politisi pertama dari Desa Gerokgak yang bisa menembus gedung dewan dua periode secara berturut-turut.
Namun hasil yang diraih Ngurah Arya saat ini, tidak secara serta merata didapat secara instan. Politisi muda PDIP ini sudah berkiprah dan sudah berkeringat sejak tahun 2012 lalu kala kader senior PDIP Putu Agus Suradnyana maju dalam Pilkada Buleleng.

Perjuangan dan kerja keras Ngurah Arya berlanjut ke Pemilu 2014 dan Pilgub Bali 2018 lalu. Ngurah Arya pun sangat berkeringat dalam memenangkan kader senior PDIP DR Ir Wayan Koster, MM, menjadi Gubernur Bali berpasangan dengan Cok ACE.

Kemudian di Pemilu 2019 kali ini Ngurah Arya memberikan kontribusi besar bagi kemenenangan PDIP di Buleleng, Bali dan nasional serta Jokowi- Ma’ruf Amin. Suara individunya sangat mendongkrak suara partai.

Maka itu tidaklah berlebihan kalau Ketua DPC PDIP Buleleng Putu Agus Suradnyana yang juga Bupati Buleleng memberikan kepercayaan kepada Ngurah Arya jabatan prestisius sebagai Bendahara DPC PDIP Buleleng dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng.

Tak salah jika Ngurah Arya dianggap salah satu rising starnya PDIP terutama untuk wilayah Buleleng Barat. Ia berpotensi untuk mendapat jabatan lebih tinggi lagi di tahun-tahun mendatang.

Jikalau menilik perjalanan hidup Ngurah Arya maka semuanya ini diraih melalui perjuangan hidup yang sangat keras. Ia cukup lama mengwali karir sebagai politisi di PDIP dengan menjabat Sekretaris PAC Gerokgak. Seperti disampaikan salah satu tokoh masyarakat Desa Gerokgak Made Suardana alias De Toris. “Pak Ngurah Arya itu tokoh pekerja keras dan cukup merakyat. Di Gerokgak, beliau sangat dikenal sebagai penderma, suka bantu orang,” cerita De Toris.

Bagaimana tentang kiprah politiknya? “Secara sosial beliau sudah sangat dikenal di Gerokgak, tetapi di dunia politik beliau itu dikenal masyarakat sejak menjadi tim sukses Putu Agus Suradnyana di periode pertama menjabat bupati,” cerita Ngurah Arya.

Sejak itu, menurut De Toris, pelan-pelan nama Ngurah Arya mulai dikenal masyarakat sehingga saat ikut berkompetisi pada pileg tahun 2014, Ngurah Arya langsung unggul dengan suara sangat signifikan. ”Tak ada cerita hidup yang secara tiba-tiba, semua berawal dari perjuangan dan buahnya kita petik kemudian,” tuturnya.

“Pak Arya itu orang luwes dan muda sekali bergaul. Bergaul dengan semua kalangan tanpa membeda-bedakan. Dia suka membantu orang, seperti ngaben beliau itu bisa bantu orang sampai Rp 200 juta lho,” cerita Paulus Wardyo, salah satu warga Gerokgak memberi testimony tentang figure Ngurah Arya.

Kesan menarik juga disampaikan oleh Drs Petrus Wetty, mantan guru Ngurah Arya di SMPN 1 Gerokgak. “Pak Arya itu murid saya dulu. Dari sekolah sudah terlihat talenta kepemimpinan pada dirinya. Dia orang pekerja keras,” kisah Pak Pit, sapaan akrab Drs Petrus Wetty.

Menurut testimony para tokoh masyarakat Gerokgak dan mantan gurunya itu bahwa politisi yang lahir di Desa Gerokgak, 23 Maret 1974 ini layak dan pantas diberi kepercayaan menjadi Bendahara DPC PDIP Buleleng dna Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng. Karena figure Ngurah Arya adalah figur yang komit dan selalu fokus kerja bila diberi kepercayaan.

”Kalau melihat kiprah dan pengaruh serta popularitas Ngurah Arya, maka suara PDIP di Buleleng pasti meningkatkan. Saat ini suara PDIP di Buleleng 40 persen bisa jadi nanti akan meningkat di posisi 60 persen.Tak ada yang tak mungkin jika dengan tekad, loyalitas dan komitmen beliau yang begitu tinggi. Semuanya bisa terjadi dan bisa diraih PDIP bersama Pak Ngurah Arya,” papar De Toris.

“Kami masyarakat Gerokgak bangga karena baru kali ini putra terbaik Gerokgak Pak Ngurah Arya diberi kepercayaan jabatan penting di structural partai tingkat kabupaten dan jabatan prestisius sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng,” pungkas De Toris. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *