Proyek Relokasi Pasar Banyuasri: Komisi II Tuding Ada Permainan PL

Foto Dok Balieditor.com: Anggota Komisi II Made Sudiartha

BALIEDITOR.COM – Proyek relokasi pedagang Pasar Banyuasri ke Terminal Banyuasri, Singaraja, Bali, megaburan.

Para pedagang lama yang berjualan di sisi barat dan timur terminal menjadi korban tidak profesional PD Pasar Kabupaten Buleleng dalam mengatur para pedagang tumpah itu.

Akibatnya mereka mengaduan ke DPRD Buleleng. Pengaduan itu disikapi serius oleh wakil rakyat di DPRD Kabupaten Buleleng. Selain menerima pengaduan, lembaga legislatif di Bumi Den Bukit ini juga menugaskan Komisi II DPRD Buleleng untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Dari sidak yang dilakukan, Komisi II DPRD Buleleng menemukan sejumlah kejanggalan. Seperti pembengkakan jumlah pedagang pasar tumpah dari 340-an menjadi 460 lebih tetapi juga relokasi yang tidak memihak pada pedagang khusus pemilik rumah toko (ruko).

Bahkan, komisi yang membidangi proyek ini juga menyoroti Proyek Relokasi Pasar Banyuasri yang membutuhkan dana hingga Rp 1,7 Miliar.

Vokalis Buleleng, Made Sudiarta menengarai ada permainan pada penunjukan langsung (PL) rekanan. “Masak hanya bangun los pasar darurat gitu saja kok syarat peserta tender berat-berat. akhirnya berujung pada PL,” kritik Detamu, sapaan akrab politisi NasDem itu.

Menariknya, beber Detamu, dalam kontrak kerja ada K3 tetapi fakta di lapangan tidak ada helm kerja atau pengaman. “Saya cek kontra kerja, disitu ada K3 tetapi saya tanya dimana helm dibilang tidak ada. Ini sudah penyelewengan anggaran,” ungkap Detamu.

TP4D Gerah

Sementara itu, Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Buleleng gerah.

Tim bentukan Kejari Buleleng ini membantah sebagai pendamping proyek yang dikeluhkan para pedagang terdampak program Revitalisasi Pasar Banyuasri.

”TP4D tidak melakukan pendampingan terhadap pembangunan pasar relokasi Banyusari karena tidak ada pendampingan dari dinas yang terkait,” tandas Ketua TP4D Buleleng, Muhamad Nur Eka Firdaus, terbang Rabu (12/6/2019) usai ikut memimpin paripurna DPRD Kabupaten Buleleng.

Firdaus menegaskan, TP4D Buleleng sesuai surat permintaan dari Dinas Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buleleng hanya mendampingi Proyek Revitalisasai Pasar Banyuasri.

”Untuk proyek relokasinya, TP4D Buleleng tidak melakukan pendampingan karena tidak ada bantuan dari dinas terkait,” tegasnya meyakinkan.

Firdaud menegaskan bila memang ada temuan seperti dilansir Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng itu, maka selaku tim pengawal, keselamatan pemerintah dan pembangunan daerah meminta kepada Dinas PUPR Buleleng untuk meningkatkan proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri.

”Jika temuan itu benar-benar ada, kami ingin proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri dipending dulu. Jangan sampai proses benar-benar kita lakukan dengan proyek oleh relokasi tersebut. Nanti kita cek temuan itu, ” janji Firdaus. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *